SILABUS SD KURIKULUM 2013


kurikulum-2013-570x230

KURIKULUM 2013

Beberapa perbedaam Kurikulum 2013 dengan KTSP antara lain:

  1. Pada KTSP pembelajaran tematik berlaku untuk kelas 1,2 dan 3 saja, sedangkan pada Kurikulum 2013 pembelajaran tematik diberlakukan untuk semua kelas mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. 
  2. Pada KTSP terdapat 11 mapel termasuk mulok, sementara kurikulum 2013 terdapat 8 mata pelajaran
  3. Pada KTSP Bahasa inggris dapat dijadikan mulok, pada kurukulum bari Bahasa inggris hanya menjadi kegiatan ekskul.
  4. Pada KTSP Mulok berdiri sendiri, pada Kurikulum 2013 mulok terintegrasi dalam Penjaskes.
  5. Yang lebih istimewa lagi pada KTSP Silabus dan RPP dikembangkan oleh guru sementara pada kurikulum 2013 guru cukup mengembangkan RPP saja. sementara Silabus sudah disusun oleh pemerintah.

Teman-teman guru yang menghendaki Silabus pada kurikulum 2013 silahkan download di sini:

  1. SILABUS  TEMATIK KELAS 1
  2. SILABUS  TEMATIK KELAS 2
  3. SILABUS  TEMATIK KELAS 3
  4. SILABUS  TEMATIK KELAS 4
  5. SILABUS  TEMATIK KELAS 5
  6. SILABUS  TEMATIK KELAS 6

KOMUNITAS PEMBELAJARAN (LEARNING COMMUNITY)


Teman pendidik yang berbahagia, berikut saya tuliskan kembali materi pelatihan dari DBE 2 USAID di mana saya juga ikut terlibat dalam proses pelatihan ini. Semoga bermanfaat.

A. Pengertian dan Hakikat Komunitas Pembelajaran

 Senge (1990) mendefinisikan komunitas pembelajaran sebagai;

Sebuah organisasi dimana anggotanya mengembangkan kapasitasnya secara terus menerus untuk mencapai hasil yang diinginkan, mendorong pola berpikir yang baru dan luas, dan terus belajar bagaimana belajar bersama-sama.

Perubahan yang cepat dan mendasar di dalam masyarakat yang berkaitan dengan informasi, teknologi dan pertumbuhan ekonomi mengharuskan kita untuk meninjau kembali pandangan dan bayangan kita mengenai organisasi, termasuk sekolah. Bagi Indonesia, kehadiran otonomi daerah, kurikulum baru (KBK dan sekarang KTSP) serta Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) menambah urgensi perubahan. Perubahan tersebut dapat dimulai dari pengembangan komunitas pembelajaran. Model dan manajemen sekolah semestinya berubah bila Indonesia ingin mengatasi berbagai tantangan yang muncul dan meningkatkan hasil belajar dan kehidupan siswa.

Model manajemen sekolah merupakan keyakinan tentang bagaimana sebuah sekolah bekerja. Seringkali, bagi kebanyakan orang dewasa, mereka mendasarkan ingatan mereka akan saat-saat mereka dahulu bersekolah. Model seperti ini membatasi pengertian kita tentang bagaimana seharusnya sekolah bekerja dalam situasi yang berbeda. Model sekolah yang dikelola oleh stakeholder berbeda secara signifikan karena mereka sangat menentukan kelangsungan manajemen sekolah. Para stakeholder perlu secara kontinyu memikirkan berbagai model, dan mengembangkan gagasan-gagasan mengenai sekolah yang seharusnya.

Inti dari model baru dimana sekolah berfungsi sebagai sebuah komunitas pembelajaran adalah konsep bahwa belajar sepanjang hayat merupakan aktivitas dasar setiap individu dan warga sekolah secara keseluruhan. Sebuah sekolah seyogyanya dapat menjawab secara kreatif dan adaptif perubahan yang terjadi di dunia pendidikan dan di dalam masyarakat. Setiap anggota masyarakat belajar hendaknya dihargai dan memiliki tujuan yang sama untuk mencapai pendidikan yang bermutu. Semua stakeholder perlu bertekad dan terlibat aktif di dalam penemuan dan pemecahan masalah di kelas, pelaksanaan pengajaran dan manajemen sekolah.

Model sekolah sebagai sebuah komunitas pembelajaran akan bermuara pada: Baca lebih lanjut

Contoh RPP Tematik dengan Pendidikan Karakter


Awal tahun pelajaran 2011-2012 Mendiknas M Nuh memberikan sambutan yang harus diteruskan oleh seluruh jajaran Pendidikan di Institusi masing-masing mulai dari Sekolah dasar sampai dengan Perguruan Tinggi. Bahkan selain sambutan mendiknas yang harus dibacakan oleh kepala satuan Pendidikan, juga diharuskan untuk mengucapkan Janji/ Prasetya dari masing-masing komponen pendidikan seperti guru, karyawan dan siswa untuk secara konsisten menerapkan pembelajaran karakter di sekolah atau perguruan tinggi masing-masing.

Pendidikan Karakter perlu dikembangkan di sekolah. Sebagai upaya untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan karakter, Kementerian Pendidikan Nasional mengembangkan grand design pendidikan karakter untuk setiap jalur,  jenjang, dan jenis satuan pendidikan. Grand design menjadi rujukan konseptual dan operasional pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian pada setiap jalur dan jenjang pendidikan. Adapun acuan konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dikelompokan sebagaimana uraian berikut.

1. Olah Hati (Spiritual and emotional development). Olah hati bermuara pada pengelolaan spiritual dan emosional.

2. Olah Pikir (intellectual development). Olah pikir bermuara pada pengelolaan intelektual.

3. Olah Raga dan Kinestetik (Physical and kinestetic development). Olah raga bermuara pada pengelolaan fisik.

4. Olah Rasa dan Karsa (Affective and Creativity development). Olah rasa bermuara pada pengelolaan kreativitas

Pengembangan pendidikan karakter bisa menggunakan kurikulum berkarakter atau “Kurikulum Holistik Berbasis Karakter” (Character-based Integrated Curriculum). Kurikulum ini merupakan kurikulum terpadu yang menyentuh semua aspek kebutuhan anak. Sebuah kurikulum yang terkait, tidak terkotak-kotak dan dapat merefleksikan dimensi, keterampilan, dengan menampilkan tema-tema yang menarik dan kontekstual.

Bidang-bidang pengembangan yang ada di TK dan mata pelajaran yang ada di SD yang dikembangkan dalam konsep pendidikan kecakapan hidup yang terkait dengan pendidikan personal dan sosial, pengembangan berpikir/kognitif, pengembangan karakter dan pengembangan persepsi motorik juga dapat tersusun dengan baik apabila materi ajarnya dirancang melalui pembelajaran yang terpadu dan menyeluruh (Holistik). Pembelajaran holistik terjadi apabila kurikulum dapat menampilkan tema yang mendorong terjadinya eksplorasi atau kejadian-kejadian secara autentik dan alamiah. Dengan munculnya tema atau kejadian yang alami ini akan terjadi suatu proses pembelajaran yang bermakna dan materi yang dirancang akan saling terkait dengan berbagai bidang pengembangan yang ada dalam kurikulum.

Pembelajaran holistik berlandaskan pada pendekatan inquiry, dimana anak dilibatkan dalam merencanakan, bereksplorasi dan berbagi gagasan. Anak-anak didorong untuk berkolaborasi bersama teman-temannya dan belajar dengan “cara” mereka sendiri. Anak-anak diberdayakan sebagai si pembelajar dan mampu mengejar kebutuhan belajar mereka melalui tema-tema yang dirancang. Sebuah pembelajaran yang holistik hanya dapat dilakukan dengan baik apabila pembelajaran yang akan dilakukan alami, natural, nyata, dekat dengan diri anak, dan guru-guru yang melaksanakannya memiliki pemahaman konsep pembelajaran terpadu dengan baik. Selain itu juga dibutuhkan kreativitas dan bahan-bahan atau sumber yang kaya serta pengalaman guru dalam berlatih membuat model-model yang tematis juga sangat menentukan kebermaknaan pembelajaran.

Agar dapat diimplementasikan dengan baik dalam proses pembelajaran sehari-hari maka perlu dimasukkan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh masing-masing pendidik. Berikut adalah CONTOH RPP TEMATIK YANG MEMASUKKAN PENDIDIKAN KARAKTER. SILAHKAN  DOWNLOAD !!

Semoga bermanfaat.

Contoh RPP Tematik kelas 1 SD


Menyambung tulisan saya terdahulu tentang ‘PENGERTIAN PEMBELAJARAN TEMATIK’ akan lengkap jika pada tulisan saya berikut ini akan menyajikan contoh-contoh RPP tematik untuk siswa kelas 1 sekolah dasar. Dengan demikian para pembaca tidak hanya mendapatkan gambaran tentang konsep tematik secara teoritis, namun juga mendapatkan gambaran riil tentang bagaimana membuat persiapan pembelajaran untuk mengimplementasikan pembelajaran tematik di kelas.

Berikut saya lampirkan contoh-contoh RPP tematik untuk kelas 1 Sekolah Dasar, untuk tema-tema sebagai berikut:

  1. Diri sendiri
  2. keluarga
  3. kegemaran
  4. lingkungan
  5. budipekerti
  6. Pengalaman

KISI-KISI UASBN SD/MI TAHUN 2011


Untuk mempersiapkan ujian akhir sekolah berstandar nasional UASBN SD/MI tahun 2011, maka berikut ini saya muat kisi-kisi soal UASBN tahun 2011. Bapak Ibu guru silahkan KLik atau download di sini tentang Permendiknas No 2 Tahun 2011. Semoga Bermanfaat!

Andai Ujian Nasional tidak ada…


Hari-hari yang paling dramatis adalah hari di mana seluruh Indonesia diumumkan hasil ujian nasional. Pada hari itu terjadi 2 peristiwa drmatis yang sangat bertolak belakang dan terjadi pada satu tempat.

Satu peristiwa terjadi luapan kegembiraan yang teramat sangat pada siswa-siswa yang dinyatakan lulus ujian nasional. Bahkan mereka merelakan seluruh pakaian dan tubuhnya dicorat-coret pakai cat berwarna, yang mungkin itu sangat sulit dihilangkan dalam beberapa hari. Bahkan saking gembiraanya mereka melakukan konvoi dengan tanpa pengaman yang menyebabkan beberapa di anatara mereka harus kehilangan nyawa. Baca lebih lanjut

Soal olimpiade Matematika


Berikut adalah contoh soal-soal olimpiade matematika ari tahun 2003 sampai dengan tahun 2008. Kumpulan soal-soal tersebut saya ambilkan dari http://kangmansyur.blogspot.com. Semoga bermanfaat dan selamat belajar!

Soal olimpade OSN 2003

Soal olimpade OSN 2004

Soal olimpade OSN 2005

Soal olimpade OSN 2006

Soal olimpade OSN 2007

Soal
olimpade JSM 2006
Soal olimpade JSM 2007

 

 

 

 

 

 

 

Jadwal berikutnya di Olimpiade Sains Nasional SD, SMP dan SMA pada tahun 2009 berdasarkan keputusan Direktorat dengan semua sekolah tinggi olimpiade sains pelatih pada 29 Jan 2009.

1. Seleksi tingkat kabupaten / kota: 23 – 25 Maret 2009
2. Seleksi tingkat provinsi pada tahun 2009: 9 – 10 Juni 2009
3. Olimpiade Sains Nasional 2009: September 2009

SILABUS SD LENGKAP


Sebelum melaksanakan proses pembelajaran guru garus melakukan berbagai persiapan mulai dari penyusunan silabus, RPP, pembuatan alat peraga, LKS dan intrumen penilaiannya. Hal pertama kali yang harus dipersiapkan guru adalah membuat SILABUS.

Silabus adalah suatu rencana yang mengatur kegiatan pembelajaran dan pengelolaan kelas, serta penilaian hasil belajar dari suatu mata kuliah. Silabus ini merupakan bagian dari kurikulum sebagai penjabaran Standar Kompetensi  dan Kompetensi Dasar ke dalam materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian hasil belajar. Dengan demikian pengembangan silabus ini minimal harus mampu menjawab pertanyaan sebagai berikut: kompetensi apakah yang harus dimiliki oleh peserta didik, bagaimana cara membentuk kompetensi tersebut, dan bagaimana cara mengetahui bahwa peserta didik telah memiliki kompetensi itu. Silabus ini akan sangat bermanfaat sebagai pedoman bagi pengajar karena berisi petunjuk secara keseluruhan mengenai tujuan dan ruang lingkup materi yang harus dipelajari oleh peserta didik. Selain itu, juga menerangkan tentang kegiatan belajar mengajar, media, dan evaluasi yang harus digunakan dalam proses pembelajaran kepada peserta didik. Dengan berpedoman pada silabus diharapkan pengajar akan dapat mengajar lebih baik, tanpa khawatir akan keluar dari tujuan, ruang lingkup materi, strategi belajar mengajar, atau keluar dari sistem evaluasi yang seharusnya.

Untuk Mempersiapkan pembelajaran agar sesuai track yang ditetapkan dalam KTSP, guru diwajibkan membuat silabus terlebih dahulu. Berikut adalah silabus untuk Sekolah Dasar untuk semua mata pelajaran;

Silabus saya bagi dalam setiap Mata pelajaran:

1. Silabus Bahasa Indonsia

2. Silabus Bahasa Inggris (kelas 1-3, kelas 4, kelas 5 dan kelas 6)

3. Silabus IPA (Kelas 1, kelas 2, kelas 3, kelas 4, kelas 5, kelas 6)

4. Silabus IPS (Kelas 1, kelas 2, kelas 3, kelas 4, kelas 5, kelas 6)

5. Silabus Matematika (Kelas 1, kelas 2, kelas 3, kelas 4, kelas 5, kelas 6)

6. Silabus PKN (Kelas 1, kelas 2, kelas 3, kelas 4, kelas 5, kelas 6)

7. Silabus Penjaskes (Kelas 1, Kelas 2, Kelas 3, Kelas 4, Kelas 5, kelas 6)

http://www.ziddu.com/download/15350563/KelasV.doc.html

%d blogger menyukai ini: