Pelatihan MBS untuk Guru SMP


Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa setiap sekolah wajib menyelenggarakan pengelolaan sekolah berdasarkan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Dalam penyeleneggaraan MBS setiap sekolah wajib melaksanakan 3 pilar utama dalam MBS, yaitu: 1) Manajemen sekolah yang transparan, partisipati dan akuntabel  2) Pelaksanaan PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan) dan 3) Melibatkan peran serta masyarakat secara optimal.

Khusus pelatihan hari ini teman-teman guru SMP sedang membahas tentang pelaksanaan PAKEM. Dalam melaksanakan PAKEM, guru wajib menguasai 5 hal yaitu yang sering disingkat P I M3, yaitu: Performan, Icebreaker, Materi, Media dan Metode.

Penampilan seorang guru tentu merupakan hal pertama yang akan menentukan keberhasilan proses pembelajaran di kelas. Guru yang menarik, tentu akan menjadi magnet tersendiri bagi para siswa untuk terlibat secara aktif selama pembelajaran. Begitu juga guru yang penampilannya membosankan tentu merupakan penghambat yang luar bisa untuk meraih sukses dalam proses pembelajaran.

Pelatihan Icebreaker untuk guru SMP


“Siswa yang mempunyai rasa tidak senang atau bahkan takut, secara alami  akan segera “melarikan diri” keluar dari keterlibatannya dalam mengikuti pelajaran walaupun secara fisik dia masih berada di tempat duduk semula (Sunarto, 2011: 3). Namun demikian kondisi sekolah di Indonesia adalah kondisi sekolah yang penuh dengan keseragaman. Sekolah-sekolah di Indonesia adalah sekolah yang mau tidak mau harus menjalankan sederet tata tertib, kurikulum, Peraturan Menteri, sejumlah mata pelajaran dan sejumlah standar-standar lainnya, dimana semua itu harus ditaati dan dilaksanakan.

Dalam menjalankan sejumlah target yang dicanangkan di atas, tidak jarang justru kebanyakan sekolah-sekolah di Indonesia menjalankan proses pembelajaran yang penuh kekakuan dan mungkin dirasakan sangat “menyiksa” mental anak-anak didik kita pada saat mereka belajar di sekolah. Namun apa mau dikata, semuanya harus dijalankan dengan sepenuh hati demi kelangsungan hidup sekolah itu sendiri.

Pada kondisi yang demikian tentu yang bisa dilakukan oleh guru adalah bukan untuk “melawan” segala jenis peraturan di atas, namun harus mencari solusi bagaimana supaya semuanya bisa dijalankan dengan baik tetapi nuansa hati anak didik tidak tersiksa. Semuanya bisa belajar dengan sejumlah tata tertib, namun anak-anak tetap merasa happy dalam menjalaninya.

Sebenarnya banyak solusi yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Menyusun materi pelajaran dengan sajian menarik dan menantang untuk “dicicipi” peserta didik.
  2. Menggunakan media yang menarik.
  3. Menggunakan metode pembelajaran yang berfariasi.

Namun demikian ke-3 usaha diatas bukanlah usaha yang mudah dan bisa dilaksanakan dengan gampang oleh semua guru. Diperlukan kreativitas dan usaha keras untuk dapat menjalankan ketiga usaha di atas. Namun demikian para guru tidak perlu putus asa, karena ada SOLUSI lain yang dapat dilakukan oleh para guru dengan mudah, yaitu dengan memberikan ICEBREAKER dalam pembelajaran.

Hari selasa tanggal 22 Oktober 2012 kemaren dilaksanakanlah pelatihan ICEBREAKER untuk para guru SMP N 2 Banjarnegara sebagai kelengkapan bekal bagi para guru SMP dalam menjalankan program MBS (Manajemen Berbasis Sekolah) di Banjarnegara. Mulai tahun 2012 ini program MBS mulai dilaksanakan di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di seluruh Banjarnegara dengan biaya APBD.  Dengan dilaksanakannya program MBS di SLTP ini semoga program MBS yang telah dilaksanakan di sekolah dasar sejak tahun 2003 mendapat gayung bersambut ketika anak-anak SD melanjutkan pada jenjang yang lebih tinggi.

Jenis Pengungkit Versi Stasiun Balapan


Ketika siswaku diterangkan tentang jenis-jenis pengungkit, ternyata mereka sering mengalami kesulitan untuk mengingat pengelompokan mana yang termasuk pengungkit jenis ke-satu, pengungkit jenis ke-dua dan pengungkit jenis ke-tiga.

Nah untuk membantu mengingat pengelompokan jenis-jenis pengungkit tersebut, kemudian saya gubahkan lagu dari Didi Kempot yang berjudul Stasiun Balapan dan kemudian saya ubah syairnya sebagai berikut:

  • Berbagai jenis pengungkit,
  • Dalam pelajaran IPA,
  • Ada tiga jenis
  • Yang bisa membantu dirimu

  • Pengungkit jenis pertama
  • Titik tumpu ada di tengahnya
  • Ingatlah selalu
  • Contohnya gunting di rumahmu

  • Da..a dada sayang
  • Da… slamat blajar.

  • Reff:
  • Pengungkit jenis kedua
  • Beban ada ditengahnya
  • Ada banyak contohnya
  • Pemecah miri, sorong alatnya.

  • Pengungkit jenis ketiga
  • Kuasa ada ditengahnya
  • Ada juga contohnya
  • Lengan mengangkat buku

Hasilnya luar biasa. Tidak sampai satu jam siswaku dapat menghafal tentang jenis-jenis pengungkit tersebut. Apakah anda pengen koleksi lagu-lagu berisi pelajaran lainnya? Silahkan beli buku saya yang berjudul “Icebreaker dalam Pembelajaran Aktif” yang tersedia di Gramedia. Atau Hubungi saya langsung di HP 081327030274. Atau silahkan baca dulu layout nya di https://sunartombs.wordpress.com/2012/04/16/buku-ini-icebreaker-dalam-pembelajaran-aktif-memberikan-panduan-yang-gampang-mudah-dan-gamblang-jelas-mengenai-bagaimana-membuat-suasana-pembelajaran-lebih-gairah/

Tulisan dalam buku (Icebreaker dalam Pembelajaran aktif) ini sangat luar biasa.


Dr. Muhammad Rohmadi, M.hum
Penulis, Motivator, Praktisi PAIKEM, dan Dosen PBS FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Alhamdulllairobil’alamin. Kalimat pertama yang dapat saya ucapkan untuk saudara sunarto adalah sukses dan luar biasa. Saya mengenal penulis sejak tahun 2006 pada program DBE 2 USAID di provinsi Jawa Tengah. Sebagai seorang kolega, sahabat, dan DLC DBE 2 USAID di Demak, kami sering berdiskusi dan mengembangkan materi pembelajaran di sekolah maupun di kampus. Komunikasi terus memberikan ruang inspirasi bagi kami. Saya terus memberikan motivasi kepada penulis agar mengembangkan profesionlismenya sebagai guru dengan menulis buku. Akhirnya lahirlah ide-ide dan pengalaman penulis selama mengembangkan pembelajaran aktif dalam bukunya yang berjudul “icebreaker Dalam pembelajaran Aktif”

Tulisan dalam buku ini sangat luar biasa. Ide-ide cemerlang yang disuguhkan dengan berbagai pengembangan konsep, teori dan implementasinya sangat cerdas dan kreatif. Seorang guru dituntut memiliki kreativitas dalam mengembangkan profesinya sehingga mengejawantahkan dan mengimplementasikan empat kompetensi wajib guru, yaitu pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Pengembangan profesionalisme guru secara aktif dan terintegrasi akan melahirkan sosok guru kreatif dan inovatif.

Seorang guru harus selalu menjadi motivasi bagi diri dan peserta didiknya dengan memberikan suguhan model dan materi pembelajaran secara kreatif dan inovatif. Hal ini dapat diwujudkan melalui pemanfaatan media-media pembelajaranyang murah dan praktis.

Buku ini (Icebreaker dalam Pembelajaran Aktif) memberikan panduan yang gampang (mudah) dan gamblang (jelas) mengenai bagaimana membuat suasana pembelajaran lebih gairah.


Prof. Dr. Sukarno, M.Si
Ketua Umum ALFA (Active Learning Fasilitator Association)
Dekan FPBS Universitas Tidar Magelang

Mengajar yang PAKEM sukar? No. Asal ada kemauan pasti ada jalan. Buku ini memberikan panduan yang gampang (mudah) dan gamblang (jelas) mengenai bagaimana membuat suasana pembelajaran lebih gairah, segairah pada saat bangun pagi dan mendapatkan hadiah ulang tahun di depan kamar tidur.

Salah satu cara gampang membuat proses pembelajaran menjadi menyenangkan dan menggairahkan adalah dengan menyisipkan icebreaker di dalamnya. Bapak Sunarto memberikan berbagai contoh implementasi icebreaker dalam pembelajaran. Icebreaker yang dicontohkan tidak hanya semata bertujuan membangkitkan samangat belajar, namun lebih dari itu  isi dari icebreaker-icebreaker  yang  dicontohkannya juga mempunyai nilai edukatif yang dapat diterapkan  dalam proses pembelajaran untuk segala usia. Artinya icebreaker yang dicontohkan Bapak Sunarto sangat menghindari lelucon-lelucon jorok atau icebreaker konten porno yang selama ini banyak disajikan dalam berbagai pelatihan. (silahkan lihat di sini)

Bapak Sunarto ternyata mampu mengklasifikasikan berbagai jenis icebreaker sampai 9 jenis dengan berbagai contoh nyata pelaksanaannya di lapangan. Selain itu dalam buku ini Bapak Sunarto juga memberikan panduan bagi para trainer/ fasilitator maupun guru bagaimana mengembangkan icebreaker sendiri secara kreatif.  Tentu ini merupakan kristalisasi  dari pengalamannya yang panjang sebagai guru Sekolah Dasar,  trainer serta fasilitator PAKEM baik di level lokal maupun Nasional. Oleh karena itu tidak berlebihan jika beliau dipercaya menjadi Devisi Pendidikan dan Pelatihan di ALFA (Active Learning Facilitators Association).

Keterlibatannya dalam berbagai NGO internasional seperti UNICEF dan USAID untuk bidang pendidikan tentu membuatnya semakin matang dalam mengemas berbagai pelatihan yang mendasarkan pada konsep active learning. Dengan demikian buku ini sebenarnya sangat dinanti-nantikan oleh para guru maupun  para fasilitator / trainer active learning di manapun berada.  Karena dengan membaca buku ini para guru dan trainer active learning akan mempunyai banyak variasi  dalam menghidupkan suasana pembelajaran di kelas maupun di tempat pelatihan.

Selamat dan sukses untuk Pak Sunarto dan teman-teman Fasilitator Active Learning lainnya.

Prof. Dr. Sukarno, M.Si

Ketua Umum ALFA (Active Learning Facilitators Association)

Dekan FPBS Universitas Tidar Magelang

This book represents valuable experiences of a great facilitator


Dr. Vincent P. Costa, Ed,D,
Education Development Specialist
Education Development Center, Inc.

This book represents valuable experiences of a great facilitator.  Mr. Sunarto has spent much of his professional career engaged in international development projects providing instruction with active learning (PAKEM). Through these professional opportunities he has continually improved his competency as a great facilitator and has trained others to be competent facilitators as well.

With Ice Breaker dalam Pembelajaran AktifMr. Sunarto hopes that his valuable experiences can be shared with other professional educators so that teachers and children can benefit from a quality education program. The book will help facilitators and teachers provide creative and fun learning experiences. The activities described in this book help to revitalize the learning and motivate the learner during the implementation of the lessons.

The book is a timely one as the emphasis on applying active learning methods in school and university classrooms is gaining widespread attention in Indonesia.  Ice Breaker dalam Pembelajaran Aktif will be a great contribution to this movement.

Buku ini mewakili pengalaman berharga dari seorang fasilitator yang hebat.  Pak Sunarto telah menghabiskan sebagian besar karier profesional nya dengan terlibat dalam proyek-proyek internasional  dalam pengembangan pembelajaran aktif (PAKEM).  Melalui peluang profesionalnya  inilah beliau terus-menerus meningkatkan kompetensi nya sebagai seorang fasilitator yang hebat  dan juga telah melatih orang lain untuk menjadi fasilitator yang kompeten.

Dengan buku ice breaker dalam Pembelajaran Aktif  ini Pak Sunarto berharap bahwa pengalaman berharga tersebut dapat dibagi dengan para pendidik profesional lainnya sehingga guru dan anak-anak dapat memperoleh manfaat dari program pendidikan yang  berkualitas. Buku ini akan membantu para fasilitator dan guru memberikan pengalaman belajar yang kreatif dan menyenangkan. Kegiatan yang dijelaskan dalam buku ini membantu untuk merevitalisasi pembelajaran dan memotivasi pelajar selama pelaksanaan pelajaran.

Buku ini sangat  tepat waktu karena penerapan metode pembelajaran aktif sedang mendapat perhatian besar di Indonesia baik yang ada di sekolah-sekolah maupun di ruang-ruang kuliah. Buku Ice Breaker  dalam Pembelajaran Aktif akan menjadi kontribusi besar bagi gerakan ini.

Dr. Vincent P. Costa, Ed,D,

Education Development Specialist

Education Development Center, Inc.

Buku Icebreaker dalam pembelajaran aktif


“Anak-anak, sekarang tiba saatnya untuk istirahat/ pulang”, kata guru.

Jawaban anak-anak pasti “HOREEE….!!!”” Kenapa?

Mereka sudah bosan dengan rutinitas dan model mengajar gurunya. Pernahkan anda berfikir bagaimana merubah jawaban itu menjadi ” LAHH…NANTI BU GURU, atau SEBENTAR LAGI PAK GURU”. Tentu ini akan sangat mengasyikkan. Dan pembelajaran yang mendapat respon yang begitu tentu hasilnya sangat optimal. Bagaimana caranya untuk mendapatkan reaksi siswa yang menggembirakan, silahkan baca buku di bawah ini.

Buku ini adalah hasil dari pengalaman saya selaku guru, fasilitator, trainer dan aktivis PAKEM atau active learning sejak tahun 2003. Banyak contoh-contoh icebreaker dalam pembelajaran yang dapat digunakan oleh para guru/ trainer. Ada 9 Jenis icebreaker yang dapat dilakukan oleh teman-teman guru antara lain:

  • Jenis yel-yel
  • Jenis Tepuk tangan
  • Jenis Lagu
  • Jenis Gerak Tubuh
  • Jenis Humor
  • Jenis Games
  • Jenis Cerita/ dongeng
  • Jenis Sulap
  • Jenis audio visual.

Semuanya diberikan contoh-contoh di dalam buku ini secara gamblang (jelas) dan gampang (mudah) untuk dilaksanakan di seluruh jenjang sekolah. Tidak Mengandung Unsur pornografi dan sangat mendidik. Dapatkan buku ini di toko Gramedia atau Toga Mas, dengan harga Rp 40.000,- atau bisa pesan langsung ke saya  via sms 081327030274.

%d blogger menyukai ini: