BLANGKO IJAZAH TAHUN 2016 DAN JUKNIS PENGISIANNYA


Untitled-2Berikut saya ikut menyebarluaskan Peraturan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4157/H/EP/2016 tentang Bentuk, Spesifikasi, Pencetakan Blangko Ijazah pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Tak lupa kami lampirkan juga Petunjuk Teknis Pengisian Ijazah Tahun 2016.
Ada 2 model ijazah pada tahun 2016 ini yaitu Ijazah untuk Kurikulum 2006 (KTSP) dan Ijazah Kurikulum 2013. Masing-masing juga ada perbedaan cara input nilainya.
1. Untuk Kurikulum 2006, Nilai rata-rata raport yang diinput ke Ijazah adalah nilai raport semester 7 s.d 12.
2. Untuk Kurikulum 2013, Nilai rata-rata raport yang diinput ke Ijazah adalah nilai raport semester 11 s.d 12.
Untuk lebih lengkapnya silahkan download berikut ini:

  1. Petunjuk Teknis Pengisian Ijazah 2016
  2. Blangko Ijazah SD/ sederajat 2016

ANDA PILIH SENJATA KERIS ATAU SABIT?


keris kyai naga sapta SabitSetiap manusia modern saat ini selalu membawa senjata yang sangat sakti. Senjata itu dapat digunakan kapan saja, di mana saja dan dalam situasi apa saja. Hebatnya senjata itu bukan hanya untuk keperluan bertarung, mempertahankan diri atau menyerang musuh. Senjata itu dapat digunakan untuk keperluan mencukupi kebutuhan hidup, mencari pekerjaan, mencari jabatan, mencari pasangan hidup lengkap satu paket dengan senjata untuk mencari kekayaan. Senjata itu adalah pikiran dan keterampilan manusia itu sendiri.

Dahulu Ada 2 kategori senjata yang biasa digunakan oleh orang Indonesia, yaitu 1) senjata pusaka seperti keris, tumbak, trisula dan sebagainya. Ini biasanya digunakan oleh para pemimpin pasukan, prajurit atau raja zaman dulu. Dan tidak mustahil sampai sekarangpun masih banyak yang menggunakannya.Bahkan para pejabat mendapatkan senjata pusaka ini dengan  harga yang amat mahal dari ratusan juta hingga milyaran rupiah.

Yang ke-2) adalah Sabit, golok, oril, dsb. Senjata itu biasanya digunakan oleh para punakawan, rakyat jelata dan digunakan untuk aneka kebutuhan mulai dari mencari kayu, mengolah hasil tani, sampai juga untuk berkelahi, perang dan mempertahankan diri. Senjata ini sampai saat ini masih digunakan oleh rakyat jelata. Dan harganya murah sekitar 40 ribu s.d 70 ribu saja.

Jika pikiran dan keterampilan yang kita miliki ini sebagai senjata, maka senjata mana yang akan anda pilih untuk digunakan?

Tidak ada yang salah dengan jawaban anda semua. Semuanya tentu mempunyai argumentasi masing-masing sesuai khasanah hati dan pikiran masing-masing.

Kalau pilihan saya (setelah melakukan pertapaan dan puasa ngebleng…hehe..) bingung nggak dapat wangsit mau pilih yang mana. Tapi berdasarkan perenungan kayaknya kita lebih baik memilih sabit saja sebagai senjata di zaman modern ini. Kenapa begitu?

Sabit mudah didapatkan di mana saja tanpa memerlukan ritual khusus, dan juga tanpa memerlukan biaya mahal. Sabit bisa digunakan oleh siapa saja tanpa memandang status maupun pekerjaan. Sabit dapat digunakan untuk apa saja tanpa pilih-pilih pekerjaan, mulai dari mengolah sawah dan hasil panen untuk kesejahteraan keluarga serta masyarakat sampai untuk bela negara jika memang diperlukan. Sabit tidak gengsi jika harus ditaruh di kandang. Sabit tidak butuh dipuja setiap malam jumat kliwon. Sabit dapat digunakan dalam segala situasi, dalam keadaan damai oke banyak dibutuhkan juga dalam keadaan perang juga oke untuk digunakan.

Tidak begitu halnya dengan keris. Senjata ini diakui sebagai senjata sakti, sehingga ketika akan menggunakannya harus memakai ritual khusus paling tidak memakai matera-mantera, bahkan disembah-sembah dulu. Keris tidak bisa digunakan sembarangan untuk mencari rumput atau mengupas ketela. Keris harus digunakan pada hal-hal yang sangat penting seperti perang mempertahakankan negara, atau paling tidak untuk pegangan sang penguasa dalam memimpin negara. Namun sebenarnya kapan keris itu bener-bener digunakan? Pada era modern ini hampir dipastikan keris akan sangat jarang digunakan. Mungkin para pemilik keris belum pernah sekalipun menggunakannya selama hidupnya. Dengan kata lain jauh dari manfaat, tidak sebanding dengan harganya yang amat mahal atau posisinya yang dipuja-puja.

Begitu pula halnya saya lebih memilih pikiran dan keterampilan saya akan saya gunakan sebagaimana sabit.  Saya tidak harus menunggu jadi pejabat, bupati, menteri atau bahkan presiden untuk menggunakan pikiran dan keterampilan saya dalam membangun negeri ini. Apapun posisi saat ini akan saya gunakan pikiran dan keterampilan yang aku miliki untuk berkontribusi positip dalam membangun negeri ini. Walau itu kecil, walau itu sedikit atau bahkan itu tidak berarti apa-apa bagi orang lain. Yang paling penting di sini kita memiliki manfaat nyata dalam hidup ini. Syukur bisa bermanfaat untuk orang lain, kalau tidak yang penting bermanfaat untuk diri sendiri.

Untuk bisa menggunakan pikiran dan keterampilan yang saya miliki juga tidak harus menunggu saya bersekolah mahal, kemudian memiliki gelar yang banyak. Tanpa gelar, atau bahkan tidak tamat sarjana sekalipun kalau pikiran dan keterampilan yang kita miliki digunakan secara optimal pasti bisa menggerakkan roda kemajuan negeri ini walau sedikit. tetapi kalau semua orang melakukan gerakan yang sama pasti roda kemajuan akan bergerak lebih cepat lagi.

Saya juga tidak akan tersinggung jika pikiran dan keterampilan yang saya miliki akhirnya tidak dianggap ada dan kemudian disimpan di belakang kandang. Karena yang paling penting adalah ternak dan orang-orang di sekitar kandang merasakan kemanfaatan atas keberadaan kita di sana. Lebih baik pikiran dan keterampilan kita gunakan saat ini juga untuk kemaslahatan umat, tidak perlu menunggu besok menjadi pejabat negara. Karena toh besok ketika beneran menjadi pejabat pikiran dan keterampilan kita jarang bisa digunakan lagi. Gak mungkin seorang Bupati melakukan sendiri service HP, membatik, membuat dawet ayu dan sebagainya. Tidak mungkin seorang pemimpin negera berfikir sendiri untuk mengatur negeri ini. Ada menteri, ada legislatif dan staf ahli yang harus diajak berunding.

PESAN:

Jadilah sabit yang dapat bermanfaat untuk semua orang tanpa melihat jabatan siempunya. Jadilah sabit yang dapat digunakan saat ini, nanti maupun masa yang akan datang. Jadilah sabit yang dapat digunakan untuk kesejahteraan umat manusia, tanpa harus dipuja-puja…….

KISI-KISI US/M SD DAN MI TAHUN 2016


Alhamdulillah Kisi-kisi US/M SD dan MI Tahun 2016 sudah keluar. Kisi-kisi ini merupakan irisan antara kurikulum 2006 dan kurikulum 2013. Mari kita persiapkan sesegera mungkin terutama bagi sekolah yang menjalankan Kurikulum 2013, karena tahun ini adalah tahun pertama kali kita melaksanakan Ujian Sekolah.

Tidak perlu lama-lama silahkan download di sini:

  1. Peraturan KaBalitbang tentang kisi-kisi USM.
  2. Kisi-kisi US/M tahun 2016

Belajar dari Tukang Batu Akik


edi-tukang-poles-batu-cincin-pontianak_20150205_160132Suatu sore datanglah seorang guru wiyata bhakti ke rumah. Saya sudah menduga-duga biasanya guru WB datang ke rumah karena ada masalah tentang sertifikasi. Apakah data di Dapodik tidak sesuai, atau butuh SK GTY, atau hal-hal lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran di sekolah.

“Gemana mas, apa yang bisa saya bantu?” Saya memulai pembicaraan.

“Ini pak, saya mau menunjukkan beberapa contoh batu akik. Eh..barangkali pak Narto tertarik,” dia menjawab sambil mengeluarkan beberapa batu akik satu persatu dari tasnya.

Dalam hati sebenarnya saya tertawa bercampur geli juga. Selama ini saya tidak pernah tertarik dengan namanya assesoris tubuh. Apakah itu jam tangan, gelang, cincin atau apalah termasuk juga batu akik. Rasanya ribet dan bikin susah aja pakai kayak begituan.

“Ini namanya Badar Perak pak?” dia meneruskan promosinya. “Uniknya batu ini adalah batu ini bening, tetapi kalau disenter di dalamnya ada semacam gumpalan-gumpalan mirip perak. Ini batu asli pak. Silahkan dipegang atau digosok. Ini bukan kaca.”

Karena saya penasaran, maka segera aku ambil senter dan aku sorot batu itu. Weleh-weleh ternyata bener yang ia katakan. Batu itu di dalamnya ada semacam gumpalan-gumpalan perak. Di sela-sela gumpalan perak itu adalah warna bening seperti air,  padahal ini batu. LUAR BIASA batin saya mengatakan. Kenapa batu bisa seperti ini.

“Ini namanya Kalimaya”, Dia menunjukkan batu yang lain lagi. Menurutnya batu ini kalau terkena sinar matahari akan berkilau-kilau memancarkan beraneka warna mengkilap. Lantas saya buktikan dengan saya menyoroti batu itu dengan senter. Wih…ini juga luar biasa. Yang menjadikan saya terkesima adalah kenapa batu bisa menjadi indah seperti itu. Begitu MAHA KUASA Allah menciptakan alam ini.

Singkat cerita kemudian saya membeli salah satu dari batu itu. Begitu panasarannya tentang batu akik, lantas saya mengambil potongan batu kecil yang ada di rumah untuk bisa dibuatkan akik kepada teman guru WB tersebut. Dia menjanjikan 3 hari insya allah sudah jadi.

Sesuai perjanjian, maka 3 hari kemudian dia datang lagi ke rumah. Dan…….masya Allah,  batu akik pesanan saya sudah jadi. Waktu itu batunya gak berbentuk, warnanya kusam kehitaman. Namun setelah jadi di luar dugaan. Batu akiknya menjadi berwarna bening kekuning-kuningan. Dia menyebutnya Batu Sulaiman. Gila benar ini, kenapa ya dari dulu saya gak tahu keindahan  ciptaan Allah tentang batu ini. ALLAHU AKBAR.

Ada dua hal yang saya sangat kagum dengan fenomena batu akik ini, yaitu

Pertama: Saya kagum sekagum-kagumnya kepada Allah swt yang telah menciptakan aneka keindahan di dunia ini. Hanyalah batu yang saya tahu. Tetapi di dalam batu yang Allah ciptakan terdapat berbagai keindahan yang tidak mungkin dibuat oleh manusia. Di dalam batu mana mungkin bisa ada gambar keris, mana mungkin bisa ada semutnya. Di dalam batu juga bisa ada tulisan asma Allah, di dalam batu bisa ada pemandangan menyerupai karang di bawah laut dan masih banyak lagi.

Kedua: Saya kagum dengan SI TUKANG BATU AKIK. Begitu cerdasnya dia. Begitu jelinya dia. Bagaimana dia menerawang sehingga bisa diperoleh gambaran yang ajaib itu. Bagaimana dia mencari posisi, sehingga dari arah tertentu batu itu bisa memunculkan view terindah. Bagaimana dia memoles dan menggosoknya sehingga batu yang dulunya kusam menjadi kinclong dan bernilai tinggi. LUAR BIASA mereka.

PEMBELAJARAN untuk kita semua selaku pendidik. Ditangan tukang batu akik,  batu yang semula satu kubik kira-kira hanya berharga 60.000,- rupiah bisa disulap hanya dengan mengambil satu butir batu sebesar biji salak saja, kemudian digosok dan aknhirnya menjadi berharga sampai jutaan rupiah. Itu semua ditentukan oleh ketelitian dan ketelatenan mereka dalam melihat serat-serat dan warna batu. Kecerdasan mereka dalam memposisikan serat-serat dan warna batu, sehingga dapat terlihat paling exotik dan bernilai tinggi. Kesabaran mereka dalam menggosok dan menggerenda batu, sehingga diperoleh batu akik yang semula kusam menjadi indah kemilau.

Alangkan hebatnya anak-anak Indonesia ini jika dikelola oleh para guru yang menggunakan mekanisme kerja seperti tukang batu akik. Sebelum membelah batu, tukang batu akik sudah mengemati terlebih dahulu apa kelebihan dan kekurangannya. Dari arah mana mereka akan membelah sehingga diperoleh view terbagus dan tidak menghilangkan keasliannya. Begitu juga seharusnya seorang guru, mestinya sebelum mengajar anak didik terlebih dahulu harus mengamati apa kelemahan dan kelebihannya. Dari mana dia harus memulai mengajar sehingga anak didik dapat berkembang optimal potensinya. Sisi-sisi mana yang harus mendapatkan perhatian serius untuk dapat dikembangkan atau dikendalikan. Bagian-bagian mana yang harus digosok sehingga dapat menjadi prestasi dan bernilai tinggi. Bagian-bagian mana yang harus dipotong dan dihilangkan untuk tetap menjaga harga tinggi.

Batu yang TIDAK BERHARGA saja, jika dikelola dengan baik dan cerdas dapat BERHARGA tinggi. Saya yakin seyakin-yakinnya jika anak didik yang memang SUDAH BERHARGA jika dikelola dengan baik dan cerdas tentu menjadi SANGAT BERHARGA. Saya yakin ditangan para pendidiklah mereka nanti menjadi insan yang berharga tinggi. Berharga untuk diri sendiri, berharga untuk lingkungannya dan tentu berharga untuk negara ini.

Terima kasih.

Selamat menunaikan ibadah puasa.

Kisi-kisi Ujian Nasional Untuk Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2014-2015


BSNPTeman-teman guru yang saya cintai, mengakhiri semester 1 tahun pelajaran 2014/2015 ini kita sama-sama akan melaksanakan UAS pada tanggal 8 s.d 13 Desember 2014. Dengan segala hiruk-pikuk dan kebingungan dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 bagaimanapun proses pembelajaran tetap harus terus berlangsung. Anak didik tidak boleh berhenti belajar apalagi sampai terlantar.

Khusus guru kelas 6 yang masih menerapkan kurikulum 2006 atau orang lebih kenal dengan nama KTSP, nampaknya tahun 2015 adalah tahun terakhir berlakukanya kurikulum tersebut. Namun demikian, Ujian Sekolah tetap sebagai prosedur wajib yang harus dilakui oleh seluruh anak didik di seantero Indonesia ini. Oleh karena itu supaya persiapan US/M tahun pelajaran ini tidak mengecewakan ada baiknya segera kita persiapkan sedini mungkin.

apa yang harus dipersiapkan oleh teman-teman guru sekalian?

saya selalu mengingatkan bahwa persiapkan yang harus dilakukan oleh guru terhadap anak didik antara lain:

  1. Persiapkan mental anak, bahwa US/M bukanlah hal yang menakutkan. US/M adalah hal yang wajar dan semua orang harus melalui proses itu, baik anak kecil maupun orang dewasa.
  2. Ciptakan pembelajaran yang menarik mulai sekarang, sehingga anak menjadi lebih betah di sekolah. Tambahan pelajaran (les) silahkan dilakukan, tetapi kegiatannya jangan melulu mengerjakan soal, alangkah lebih baiknya diselingi dengan game/ permainan. Syukur permainan tsb adalah permainan yang berhubungan dengan materi ujian.
  3. Ajarkan MATERI UJIAN BUKAN CONTOH SOAL UJIAN. Sebab kalau itu dilakukan, saat anak menjumpai soal yang berbeda dengan yang dicontohkan oleh guru, maka otomatis siswa tidak bisa menjawab soal tersebut. Namun Jika yang diajarkan adalah materi soal (walaupun hanya ringkasan), ketika muncul soal yang belum pernah diajarkan siswa tetap masih bisa berfikir untuk menjawab soal tersebut dengan benar.

Untuk membantu lebih mengarahkan pembelajaran siswa kelas 6 dalam menghadapi US/M, berikut saya lampirkan:

  1. KRITERIA KELULUSAN PESERTA DIDIK TAPEL 2014-2015
  2. KISI-KISI US/M UNTUK SD/MI TAHUN PELAJARAN 2014/2015.

Mencari Format Pembelajaran Karakter yang Tepat


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan sepanjang 2013 telah terjadi peningkatan jumlah perkara korupsi. Dari 49 perkara yang ditangani pada 2012, tahun 2013 meningkat hampir dua kali lipat menjadi 70 perkara. Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) melaporkan bahwa  tawuran pelajar terus meningkatkan sampai 40%. Pada tahun 2013 Total kasus tawuran pelajar di seluruh Indonesia mencapai 255 kasus dengan total tewas 20 orang.

Penelitian Komnas Perlindungan Anak (KPAI) di 33 Provinsi pada bulan Januari-Juni 2008 sangat mencengangkan. Berdasarkan penelitian disimpulkan  empat hal: Pertama 97% remaja SMP dan SMA pernah menonton film porno; Kedua  93,7% remaja SMP dan SMA pernah ciuman, genital stimulation (meraba alat kelamin) dan oral seks; Ketiga, 62,7% remaja SMP tidak perawan; keempat yang terakhir, 21,2% remaja mengaku pernah aborsi.

Melihat data-data di atas tentu kita sebagai bangsa yang terkenal dengan budaya ketimuran yang identik dengan sopan-santun, religius, berbudi pekerti dan berkarakter tentu sangat prihatin dengan kondisi ini. Mengapa generasi bangsa ini begitu mudah kehilangan jatidiri, abmoral, dan semakin menjauh dari peradaban. Dimanakan karakter bangsa yang terkenal “adiluhung” ? Mengapa demikian cepat menghilang dari negeri ini, baik dari kalangan orang dewasa maupun dari remaja dan anak-anak.

Sadar akan kondisi yang kritis ini pemerintah serta merta menyiapkan berbagai strategi untuk memperbaiki tragedi moral ini. Salah satu upaya yang diandalkan untuk mengatasi krisis moral ini adalah pembenahan proses pendidikan di sekolah.

 

Apa karakter itu?

Banyak pengertian karakter menurut para ahli, namun pada dasarnya hampir sama substansinya. Pengertian tentang karakter yang paling mudah dimengerti adalah menurut Suyanto  dan Kertajaya. Menurut Suyanto (2009) karekter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun  negara. Kertajaya (2010) menjelaskan bahwa Karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut, serta merupakan “mesin” yang mendorong bagaimana seorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu.

Dari definisi di atas suatu benda atau individu dikatakan memiliki karakter jika memiliki beberapa syarat, antara lain:

  1. Memiliki ciri khas yang dapat membedakan dengan individu lain (unik).
  2. Keunikan / ciri khas itu asli dan mengakar (mendarah daging).
  3. Tidak mudah terpengaruh oleh kondisi di luar indinvidu
  4. Orang lain mengetahui dan bisa membedakan individu yang memiliki karakter tersebut.

Contoh sederhana dalam memahami karakter adalah sebagai berikut: Di dunia ini banyak sekali jenis kayu. Semua kayu mempunyai ciri-ciri yang sama, yaitu: berasal dari tumbuhan, keras, dan mudah terbakar. Namun di dunia ini banyak sekali jenis kayu yang berbeda satu dengan lainnya. Ada kayu jati, kayu mahoni, kayu kalimantan, kayu tahun, kayu glugu dan sebagainya. Semua jenis kayu tersebut mempunyai karakter masing-masing  yang membedakan satu sama lainnya. Misalnya kayu jati memiliki karakter yang berbeda dengan kayu kalimantan, kayu tahun dan kayu-kayu lainnya. Kayu jati memiliki karakter keras, berserat halus, dan  tidak mudah lapuk. Karakter kayu jati itu dapat dibedakan dengan tegas dengan karakter yang dimiliki oleh kayu-kayu lainnya.

Begitu pula dengan individu (perorangan) atau kumpulan individu (masyarakat/ bangsa). Ir. Soekarno memiliki karakter  yang: tegas, berani, pandai berorasi, dan romantis. Bagitu pula dengan Soeharto tentu memiliki karakter yang berbeda dengan yang lainnya seperti: tegas, murah senyum, wibawa, tekstual dan sebagainya.

Dalam skala yang lebih luas bangsa Indonesia tentu mempunyai karakter yang berbeda dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sejak tahun 2011 menetapkan 18 butir nilai-nilai pendidikan karakter, yaitu: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli social, dan tanggung jawab.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah ke-18 karakter tersebut sudah dimiliki bangsa Indonesia yang sudah mendarah-daging sehingga sudah menjadi karakter bangsa ataukah baru merupakan cita-cita yang akan dicapai? Kalau ke-18 karakter tersebut sudah merupakan “identitas” bangsa Indonesia tentu pembelajaran di sekolah menjadi ringan, karena hanya menguatkan dan memperjelas apa yang sudah terjadi di liangkungan keluarga ataupun lingkungan masyarakat.

Tetapi seandainya ke-18 karakter tersebut baru merupakan cita-cita, tentu tugas sekolah amatlah berat. Pendidikan karakter tidak bisa hanya oleh sekolah, tetapi pendidikan karakter harus terjadi pada anak sejak bangun tidur sampai tidur lagi melalui pembiasaan. Pendidikan karakter akan dimulai dari merapikan tempat, antri masuk kamar mandi, tepat waktu masuk sekolah, tidak buang sampah sembarangan di sekolah, sopan terhadap orang tua, menghargai pendapat teman, dan seterusnya sampai tertib solat  dan berdoa ketika akan tidur.

Pendidikan karakter dapat diartikan sebagai the deliberate us of all dimensions of school life to foster optimal character development (usaha kita secara sengaja dari seluruh dimensi kehidupan sekolah/madrasah untuk membantu pembentukan karakter secara optimal. Pendidikan karakter memerlukan metode khusus yang tepat agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Di antara metode pembelajaran yang sesuai adalah metode keteladanan,  metode pembiasaan, dan metode pujian dan hukuman.

 

Model-model Pendidikan Karakter di Sekolah

Pendidikan karakter cukup mudah dibicarakan tetapi ternyata amat sulit diimplementasikan di sekolah. Bahkan sampai saat ini tidak ada satu metode pun yang terbukti dilaksanakan secara efektif di sekolah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebenarnya telah menetapkan beberapa panduan dalam mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah.

Pada awalnya pendidikan karakter dulu diajarkan secara tersendiri terpisah dengan mata pelajaran yang lain dengan mengajarkan diberi label Mata pelajaran Budi Pekerti.  Setiap minggu selama 2 jam pelajaran di sekolah diajarkan pelajaran budi pekerti. Materi pelajaran budi pekerti hampir mirip dengan Pendidikan Moral yang meliputi: tata cara pergaulan, tata cara berlalulintas, tata cara makan bersama, tata krama di tempat umum dan sebagainya. Namun akhirnya pelajaran Budi Pekerti ini menuai banyak masalah, utamanya berkaitan dengan hasil pembelajaran. Karena merupakan mata pelajaran tersendiri yang diajarkan selama 2 jam pelajaran setiap minggunya, maka konsekwensinya adalah 5 hari pelajaran yang lain tidak ada “budi pekerti” yang seharusnya dilakukan setiap hari. Selain itu konsekwensi dari sebuah mata pelajaran adalah adanya tes hasil belajar yang berupa tes tertulis. Akibatnya pelajaran budi pekerti hanyalah menjadi semacam pelajaran PKn, yang bisa diteorikan tetapi tidak dilaksanakan sepenuhnya oleh siswa. Siswa mengetahui bahwa hal-hal ini baik untuk dilakukan dan hal-hal itu tidak baik untuk dilakukan tetapi mereka tidak melaksanakannya. Toh asalkan mereka sudah tahu dan dapat menjawab soal, nilai mereka tetap baik walaupun mereka tidak mengamalkannya.

Pada tahapan berikutnya skema pendidikan karakter menyatu dengan mata pelajaran yang lainnya. Kemudian diadakan berbagai pelatihan mengajar dengan menerapkan pendidikan karakter di dalamnya. Pelatihan membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pelajaran) menjadi tranding topik yang menyita semua lembaga pelatihan pendidikan. Akhirnya muncul istilah adanya “RPP berkarakter” yang membedakan dengan RPP sebelumnya. Dalam RPP ini guru diharapkan menuliskan karakter apa saja yang akan ditanamkan ke dalam jiwa anak pada saat dilaksanakan pembelajaran di dalam kelas. Begitu hebohnya trand ini sehingga justru melupakan substansi pendidikan karakter itu sendiri. Guru, Kepala Sekolah sampai Pengawas Sekolah lebih fokus mencurahkan perhatiannya kepada “format RPP Berkarakter”. Mereka tidak lagi memperhatikan dengan serius implementasi pendidikan karakter yang sebenarnya di kelas. Asalkan di dalam RPP sudah tersurat dengan benar, maka “lunas” sudah kewajiban guru dalam pendidikan karakter.

Akhirnya sekarang pendidikan karakter menyatu padu dengan kurikulum 2013. Artinya di dalam kurikulum 2013 ini sudah didesign sedemikian rupa sehingga diharapkan pendidikan karakter dapat dilaksanakan dengan sesungguhnya. Dalam kurikulum ini dirancang bagaimana menanamkan 4 kompetensi sekaligus, yaitu: KI 1 (Sikap Spiritual), KI 2 (Sikap Sosial), KI 3 (Pengetahuan) dan KI 4 (Keterampilan). Terlihat jelas bahwa KI 1 dan KI 2 adalah upaya kurikulum dalam menanamkan karakter pada anak didik. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana agar pendidikan karakter tersebut  benar-benar tertanam dalam di dalam hati sanubari peserta didik? Akankah pelaksanaan pelajaran seperti biasanya bisa membuat peserta didik berkarakter? Ini perlu dijawab oleh para pendidik semuanya.

Penulis masih sependapat bahwa metode pendidikan karakter tetap menggunakan metode keteladananmetode pembiasaan, dan metode pujian dan hukuman. Namun demikian ke-3 metode tersebut haruslah dikemas dengan menggunakan strategi dan program yang tepat. Ke-18 nilai karakter yang ditetapkan oleh Balitbang Kemdikbud tidak akan tercapai jika tidak dilakukan penjadwalan dan penetapan berbagai bentuk kegiatan yang jelas. Guru saja tidak hafal akan ke-18 nilai karakter tersebut, apalagi peserta didik untuk melaksanakannya.

Penanaman nilai karakter haruslah dilakukan secara bertahap dengan intensitas yang dalam. Misalnya pada 3 bulan pertama siswa masuk sekolah, nilai yang ditanamkan hanyalah “disiplin” saja. Nilai karakter yang lain belum akan diprioritaskan untuk mendapatkan perhatian. Pada 3 bulan pertama tersebut seluruh komponen sekolah haruslah bersikap disiplin. Mulai dari Kepala Sekolah, guru, tata usaha, siswa dan bahkan penjaga sekolah sekalipun. Semua lingkungan dibuat supaya pelaksanaan sikap disiplin dapat terlaksana secara kondusif, misalnya dengan memasang poster-poster tentang kedisiplinan, memasang bel otomatis, adanya hukuman yang tegas, semua komponen sekolah bersikap sama untuk disiplin dan sebagainya. Setelah sikap disiplin tersebut sudah mapan benar, baru kemudian ditambahkan dengan sikap kepribadian yang lainnya misalnya “kerja keras”. Hal ini juga dilakukan selama beberapa bulan berikutnya sebagaimana pada saat penanaman disiplin. Semua komponen sekolah harus menunjukkan sikap kerja keras mulai dari Kepala Sekolah sampai dengan penjaga sekolah. Bedanya pada tahapan ini sikap disiplin tetap terus dilaksanakan sebagaimana biasanya pada 3 bulan pertama. Demikian seterusnya sampai seluruh nilai kepribadian dapat dilaksanakan secara mantap.

Saran penulis adalah mungkin sekolah tidaklah harus melaksanakan ke-18 karakter tersebut, selain sulit mengaturnya sebenarnya banyak nilai-nilai karakter yang dituliskan tersebut akan tercapai dengan sendirinya jika karakter sebelumnya tercapai. Sebagai contoh jika sikap spiritual, disiplin, kerja keras dan suka menolong tercapai maka kemungkinan besar sikap-sikap seperti tanggung jawab, kerja keras, toleransi, demokratis, ingin tahu dan sebagainya akan tercapai dengan sendirinya.

JADWAL UJIAN SEKOLAH DASAR/ MADRASAH 2014


Teman guru yang berbahagia berikut ini saya sajikan jadwal Ujian Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah tahun 2013/2014.
Dengan hadirnya jadwal ini berarti tidak ada keraguan lagi bahwa Ujian sekolah untuk 3 mapel (Matematika, IPA dan Bahasa Indonesia) bukanlah rangkaian yg berbeda dengan mapel-mapel lain. Namun demikian perlakuan US untuk 3 mapel mirip dengan UN pada tahun sebelumnya, yaitu: soal dibuat oleh provinsi, pengawasan silang murni, dsb.

JADWAL US SD-MI 2014

atau silahkan download di sini JADWAL UJIAN SEKOLAH DASAR 2014

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: