CARA MENINGKATKAN KREATIVITAS GURU


20130317_163826

Para Guru kreatif

Mendengar kata-kata kreatif tentu kita membayangkan sebuah pemikiran yang luar biasa yang muncul secara luar biasa pula. Sering kita membayangkan bahwa berfikir kreatif itu adalah bawaan sejak lahir atau bakat alam yang telah diberikan oleh Tuhan. Sehingga orang biasa tidaklah mungkin memiliki suatu kreativitas. Selain itu, masih kuatnya pandangan negatif orangtua terhadap prospek pekerjaan di industri kreatif (misalnya film, sastra, atau desain grafis) juga membuat banyak anak muda merasa kemampuan kreatif hanya pantas didalami oleh orang-orang tertentu saja

Anggapan tersebut tentunya tidaklah benar. Karena kreativitas tidak selamanya berhubungan dengan tingkat IQ seseorang, namun juga sangat tergantung dari usaha seseorang tersebut dalam mencoba atau bekerja. Banyak ahli psikologi justru mengatakan bawah kreativitas itu bukan muncul dari intusi-intusi orang-orang cerdas ber-IQ tinggi, namun lebih banyak muncul dari orang-orang yang bekerja keras. Thomas Alfa Edison misalnya, ia menegaskan bahawa kreativitas itu 1% inspirasi dan 99% itu kerja keras.

Sejalan dengan hal tersebut Psikolog John Houtzmengatakan bahwa kreativitas tidak terbatas pada kreativitas besar (big ‘C’) yang sifatnya mahakarya dan revolusioner, seperti lukisan Da Vinci atau lampu Edison. Ada pula yang namanya kreativitas kecil (litle ‘c’), yaitu kelihaian atau kecerdikan yang dapat kita gunakan untuk memecahkan masalah sehari-hari. Houtz juga menekankan bahwa kreativitas bukanlah suatu bakat yang dianugerahkan sejak lahir, melainkan sesuatu yang harus diusahakan dengan kerja keras; Menurutnya, orang-orang kreatif adalah mereka yang memiliki kedisiplinan untuk terus menciptakan ide-ide baru dan ketekunan untuk mewujudkan ide-ide mereka.

Mengenai kreativitas ini pada tahun 2008 lalu Majalah Scientific American Mind Edisi bulan Juni-Juli  menurunkan liputan mengenai diskusi panel para ahli yang membahas mengenai kreativitas ini, berikut beberapa tips sederhana untuk mengembangkan kreativitas anda. Dalam diskusi panel itu Robert Epstein seorang psikolog dari Amerika memberikan empat tips cara untuk melatih kreativitas kita, yaitu:

A.   Capturing.

Jangan biarkan ide satupun yang terlewatkan, manusia mempunyai sifat pelupa. Dari itu biasakan diri untuk mencatat. Mencatat Ketika ada ide terlintas di pikiran Anda, catatlah di HP, atau kalau Kita sedang di tempat kerja tulislah di buku penting. Membawa HP ketempat tidur adalah cara cerdas agar ide-ide Kita tidak hilang begitu saja. Ketika akan tidur atau setelah tidur, otak dalam kondisi gelombang theta, waktu ini sangat berpotensi timbulnya ide-ide kreatif. Sangat baik sekali, Kita meluangkan waktu barang 15 menit  tiap hari cukup duduk santai atau melakukan aktivitas kesukaan Kita untuk mengumpulkan ide-ide dan membawa catatan. Baca lebih lanjut

KALENDER PENDIDIKAN 2013/ 2014


kalender-pendidikanTeman guru yang berbahagia. Setelah selesai mengantarkan anak-anak kita menuju akhir proses pembelajaran dengan ditandai UN untuk kelas akhir dan UKK untuk kelas dibawahnya, sekarang tiba saatnya kita menapaki kegiatan baru yaitu PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Ada yang sudah memulai pada awal-awal bulan ini atau juga sesuai petunjuk pemerintah yaitu penyelenggarakan PPDB pada akhir bulan Juni 2013 ini.

PPDB yang dilakukan tentu berkaitan dengan program Pelajaran Tahun Ajaran baru yang mana semua sekolah perlu mempersiapkan segala sesuatunya antara lain Pembagian Tugas mengajar, Kurikulum, RAKS, RKT dan sebagainya. Untuk memandu kegiatan itu semua ada hal yang tidak bisa dilakukan oleh sekolah sendiri yaitu membuat kalender pendidikan. Kalender pendidikan ini amat penting karena menjadi acuan dalam membuat seluruh program  tahunan di sekolah.

pada tulisan kali ini saya akan membantu teman-teman untuk menemukan kalender pendidikan tahun pelajaran 2013/ 2014 yang masih bersifat umum. Adapun kalender pendidikan yang berlaku akan disesuaikan oleh pemerintah daerah masing-masing dengan melihat agenda provinsi atau kabupaten yang berfariasi. Untuk mendapatkan kalender pendidikan tahun pelajaran 2013/ 2014 silahkan KLIK DI SINI SAJA.

SEMOGA BERMANFAAT

Tips Mengatasi Rasa Minder Saat Menjadi Trainer


Menjadi seorang trainer atau nara sumber dalam sebuah pelatihan bukanlah hal yang sulit. Hal tersebut sebenarnya materi pelatihan biasanya sudah dikuasai terlebih dahulu sebelum peserta pelatihan datang. Namun demikian yang paling sulit adalah menguasai audien saat pelatihan berlangsung. Bagaimana mengkondisikan seluruh audien untuk dapat fokur kepada kita selama kita menyajikan materi. Yang lebih penting lagi bagaimana semua audien tune in dengan materi yang kita sajikan.

img_10992Penguasaan audien merupakan 50% keberhasilan nara sumber saat membawakan sesi. Banyak para triner pemula menanyakan kepada saya, “bagaimana mengatasi rasa minder saat menyajikan materi pelatihan?’. Hal tersebut akan terasa lebih berat lagi apabila beberapa audien merupakan teman senior atau pejabat yang lebih tinggi posisinya kita. Sebenarnya hampir semua nara sumber pada awalnya merasakan hal demikian.

Berikut saya sajikan beberapa tips mengatasi rasa minder saat menjadi nara sumber di hadapan umum:

  1. Sebelum pelatihan anda harus membekali PIM3, yaitu Performent (silahkan perpenampilan yang menarik, tapi tidak mencolok); Icebreaker (kuasai beberapa icebreaking atau energizer); Materi (anda harus menguasai materi pelatihan); Media (kuasai beberapa media seperti power poin dan papan tulis); dan Metode (rancang metode pelatihan yang membuat peserta senang).
  2. Datanglah lebih awal sebelum pelatihan/ seminar dimulai  dan tataplah setiap orang yang memasuki ruangan. Hal ini akan menguatkan mental anda, karena posisi anda sudah menang dan secara psikologis anda lebih dahulu menguasai tempat pelatihan. Ibarat pemain sepak bola anda adalah sebagai tuan rumahnya.
  3. Jika ditemui salah satu peserta atau beberapa peserta adalah orang yang anda pandang sangat senior atau lebih pinter dari anda, maka sekalian saja menfaatkan orang ybs untuk membantu sesi anda tersebut. Jangan malu-malu anda bilang kepada orang ybs untuk ijin menyajikan dan mohon bantuannnya jika nanti ada kesulitan. Dengan begitu anda akan merasakan beban anda berkurang 50%. Selanjutnya terserah anda untuk mengoptimalkan sesi.
  4. Sebagai pemula jangan hadir di ruangan pada saat para audien sudah memenuhi ruangan. Hal ini anda akan menjadi pusat perhatian pada waktu yang bersamaan. Tentu bagi pemula ini merupakan beban mental yang laur biasa berat, bisa-bisa anda sudah kalah sebelum bertanding.
  5. Pada saat nama anda dipanggil oleh MC bahwa pelatihan akan segera dimulai dengan pembicara adalah anda, maka jangan segera memasuki arena yang telah disiapkan. Saat itulah anda akan menjadi pusat perhatian lagi. Tenangkan diri anda, minumlah beberapa teguk air yang telah disediakan terlebih dahulu. Baru secara perlahan tapi pasti anda memasuki arena yang telah dipersiapkan untuk anda memberikan pelatihan.
  6. Bicaralah secara tenang, perlahan dan tidak tergesa-gesa. Dengan berbicara terlalu cepat, selain tidak mudah dipahami akan membuat anda semakin gugup.
  7. Jika ada pertanyaan dari peserta yang sulit dan anda tidak bisa menjawab, silahkan beri kesempatan kepada audien yang lain untuk menjawabnya. Saat para peserta yang lain berusaha memberikan jawaban, anda bisa memikirkan jawaban yang tepat dengan menyaring beberapa pendapat peserta yang baik.

Selamat mencoba, jika ada pertanyaan berkaitan dengan teknik memfasilitasi atau menjadi trainer silahkan berikan comment pada tulisan ini. Pasti akan saya berikut jawaban. Terima kasih

 

Pengelolaan Kelas Teknologi Terbatas Model Kelompok Kolaboratif


Deskripsi:

Setiap tim kecil bertanggung jawab untuk memberikan peran kerja dan kontribusi untuk terciptanya sebuah produk kreasi bagi seluruh kelas. Setiap tim tidak melakukan hal yang sama di saat yang sama, namun melakukan sesuatu yang berbeda untuk ikut berperan dalam terciptanya sebuah produk yang disusun oleh seluruh tim (tim besar) – pada prinsipnya, yang dilakukan adalah pembagian kerja.

Contoh di bawah ini menunjukkan cara bagaimana menciptakan sebuah leaflet (newsletter). Setiap rantai dalam jaring/susunan kerja ini adalah topik tugas untuk setiap tim kecil. Peran siswa juga dapat dirotasi di antara tim (sehingga setiap siswa mendapatkan kesempatan untuk menulis, mengambil foto, edit, menggunakan komputer, dsb).

kelompok kolaboratifContoh: Leaflet Kelas

Seluruh kelas membuat sebuah leaflet mengenai topik khusus (misalnya, air bersih di lingkungan kita). Siswa dibagi ke dalam beberapa tim (seperti yang terpapar di bawah) dan setiap tim harus melakukan tugas-tugas tertentu yang berkontribusi pada penyusunan leaflet secara keseluruhan. 

  • Tim Fotografi: Mengambil foto air bersih, air kotor, pembuatan air minum, pengambilan air dari sumber air, dsb.
  • Tim Penulis: Tim-tim ini (harus ada lebih dari satu tim) yang menulis isi – persediaan air bersih, masalah curah hujan, pembuatan air minum, dsb.
  • Tim Editor: Tim ini mengedit isi yang ditulis. Mereka dapat mengirimkan hasil editing ke tim lain (selain Tim Penulis) untuk revisi lebih lanjut.
  • Tim Artistik: Membuat diagram, grafik, dan karya-karya seni lain untuk menjelaskan tulisan secara visual.
  • Tim Layout Komputer: Mereka mengumpulkan produk dari tim lain dan menyusunnya di komputer, menghasilkan hasil akhir dari leaflet yang siap dipublikasikan.

 

Model Stasiun Belajar


Model stasiun belajar  mendemonstrasikan satu cara bagaimana menggunakan komputer untuk mendukung proses pembelajaran, dimana para  Siswa bekerja dalam tim, berotasi untuk menggunakan beberapa pusat (stasiun) pembelajaran multi-fungsi, dimana salah satunya adalah stasiun komputer. Di saat mereka ada di dalam pusat atau stasiun pembelajaran, mereka dapat mengumpulkan apa yang dapat mereka peroleh dari seperangkat sumber daya tertentu. Setiap stasiun fokus pada teknologi, ketrampilan, atau tipe sumber daya yang berbeda-beda.

stasiun belajarMisalnya, apabila kita bermaksud untuk mencari informasi mengenai asal-muasal dari satu bangunan bersejarah, salah satu stasiun dapat mencetak sumber-daya informasi yang dapat dibaca oleh siswa (artikel surat kabar); stasiun lain mungkin melibatkan siswa untuk mengambil foto dari material lokal/yang ada yang dahulu digunakan untuk mendirikan bangunan tersebut (batu granit, semen, dsb), dan di stasiun ketiga – yang mungkin menjadi satu-satunya stasiun komputer – siswa dapat mentransfer foto-foto mereka dari kamera HandPhone atau kamera digital ke dalam komputer. Setiap tim siswa berotasi melalui 3 stasiun yang berbeda sehingga di akhir pelajaran, atau di akhir aktivitas mereka telah melakukan aktivitas yang sama – walaupun tidak secara bersamaan.

Siswa juga dapat memainkan berbagai peran dan tanggung jawab dalam timnya serta menjalankan peran ini di pusat-pusat pembelajaran yang berbeda sehingga setiap siwa memiliki tugas khusus yang harus dipenuhi.

Beberapa peran dalam kelompok yang biasanya dimainkan: Semua anggota kelompok berotasi untuk menggunakan komputer, sebagai berikut:

  • Manager Komputer (Computer Manager)Memastikan bahwa setiap anggota kelompok memiliki kesempatan dan waktu yang sama dalam menggunakan komputer. Tugasnya adalah mengingatkan kelompok untuk menyimpan (save) informasi.
  • Manajer Materi (Materials Manager)Menginformasikan tentang materi apa saja yang tersedia, mengambil materi sesuai kebutuhan, mengembalikannya, dan merapikan stasiun pembelajaran untuk digunakan oleh kelompok berikutnya.
  • Fasilitator (Facilitator)Mendorong semua anggota kelompok untuk berpartisipasi dan mempertahankan alur kegiatan (tetap pada topik yang ditugaskan/disepakati).
  • Penjaga waktu (Time Keeper) Mencatat waktu mulai dan waktu akhir dari aktivitas, mengecek waktu secara periodik, memberi peringatan 5 menit sebelum berakhirnya aktivitas, dan memastikan bahwa kelompok datang dan selesai pada waktunya.
  • Ahli’ Teknologi (Technology Experts)– Kemungkinan memiliki pengetahuan tentang teknologi yang sedang digunakan dan membimbing yang lain untuk menggunakan teknologi secara mandiri (tidak mengerjakannya untuk yang lain).
  • Perekam/Notulen (Recorder) Merekam atau mencatat semua informasi dan ide-ide.
  • Peran Lain  –  Sesuai dengan apa yang disarankan oleh siswa atau guru.

Diagram untuk menyusun/menetapkan stasiun-stasiun pembelajaran: Setiap stasiun atau pusat pembelajaran terdiri atas 5 siswa dan harus ada perintah tertulis tentang sebuah aktivitas atau tugas yang harus dipenuhi siswa. Hanya satu stasiun adalah stasiun komputer. Setelah satu periode waktu tertentu, siswa berotasi untuk pergi ke stasiun lain dan ke satu stasiun yang terakhir. Di akhir aktivitas (setelah satu minggu, 1 periode kelas, atau 1 jam pelajaran, dsb) seluruh siswa telah melalui 3 stasiun tersebut.

2. Model Navigator

Pembelajaran di Kelas dengan 1 Komputer Model Navigator


UntitledKerja Model Navigator dapat dilaksanakan dengan baik apabila kita menggabungkan individu-individu yang memiliki tingkat ketrampilan yang berbeda-beda untuk menggunakan 1 komputer.

Salah satu cara memahami aktivitas ini adalah dengan mengandaikannya dengan perjalanan dengan 1 mobil. Anda tahun tujuan anda dan beberapa orang di dalam mobil akan membantu anda mencapai tujuan. Misalnya, ada satu pengemudi yang menjalankan mobilnya, lalu ada seorang navigator yang memberikan arah atau seorang penumpang yang memberikan informasi lain.

Dalam Model Navigator, cara komputer bekerja dengan cara yang sama seperti sebuah mobil. Bayangkan ada sebuah tim dari 4 siswa yang harus menyusun presentasi Power Point mengenai pulau-pulau terbesar di Indonesia. (Kelompok ini telah melakukan brainstorming (pendaftaran ide) dan ide-ide utama yang ditemukan itu telah ditulis di atas kertas.)

  •  Navigator adalah individu yang paling menguasai komputer. Tanpa menyentuh mouse atau keyboard, ia akan melatih pengemudi untuk menggunakan komputer.  Ia hanya dapat berbicara dan menunjuk saja.
  • Pengemudi adalah individu yang ‘mengemudikan’ komputer. Ia bertanggung jawab untuk menggunakan mouse atau keyboard untuk memasukkan informasi geografis (tentang pulau-pulau terbesar di Indonesia).
  • Penumpang kemungkinan memiliki hanya sedikit pengalaman teknologi. Ia mengamati dan belajar dari navigator dan pengemudi sampai ia mendapatkan gilirannya menggunakan komputer. Ia mengarahkan isi presentasi – membacakan catatan kelompok dan ide-ide/poin-poin utama – yang akan dimasukkan ke dalam presentasi PowerPoint.
  • Wisatawan juga mengamati dan belajar bagaimana menggunakan komputer. Ia memiliki sebuah buku catatan dan pensil untuk menulis semua instruksi dan langkah-langkah yang telah dilakukan untuk menjadi acuan di masa mendatang mengenai penggunaan komputer. Ia juga memberikan saran mengenai isi presentasi.

Seperti telah melakukan sebuah perjalanan panjang, setelah kira-kira 15 menit, peran ini harus dirotasi. Misalnya, penumpang mungkin menjadi pengemudi baru, dimana pengemudi dapat berlaku sebagai wisatawan. Tergantung pada ketrampilan menggunakan ICT, navigator mungkin saja tidak (belum) dapat diganti namun dapat pula dirotasi. Sistem rotasi ini memungkinkan semua anggota tim untuk menggunakan mouse dan keyboard.

 

Strategi Pengelolaan Kelas dengan Teknologi Terbatas


Belajar dengan 1 komputer

Belajar dengan 1 komputer

Postingan berikut adalah materi DALI (Developing Active Learning with ICT) oleh project DBE 2 USAID yang pernah saya ikuti beberapa tahun yang lalu. Namun demikian materi ini masih sangat up to date untuk di share kepada teman-teman guru semua, terutama teman-teman guru SD atau sekolah lanjutan yang masih memiliki teknologi terbatas namun tetap efektif dalam pembelajarannya.

Bagaimana guru dapat menggunakan 1 atau 2 unit computer saja untuk 40 siswa? Bagaimana guru dapat membantu siswa mereka untuk belajar bagaimana menggunakan ICT tanpa harus mengorbankan seluruh waktu belajar untuk pelajaran computer semata? Masalah manajemen atau pengelolaan semacam ini sering menjadi masalah terpenting yang dihadapi para guru pada saat ingin memulai ICT. Padahal, di negara-negara lain di dunia, para guru telah berhasil menggunakan 1 atau 2 unit computer untuk sekelompok besar siswa — dan dapat dikatakan telah berhasil dengan baik.

Pedoman ini memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang sering diajukan para guru. Pedoman ini memperkenalkan 4 model manajemen untuk menyelenggarakan kelas komputer yang terbatas (sebuah kelas yang hanya memiliki 1 sampai 4 komputer untuk 40 siswa). Model-model ini meliputi:

Model-model manajemen di atas juga mendeskripsikan cara-cara yang dapat digunakan sehingga para siswa dapat mengajarkan teman-teman sekelasnya bagaimana menggunakan ICT. Dalam Model Pusat Pembelajaran, siswa bekerjasama untuk mempelajari bagaimana menjalankan sebuah program computer. Dalam Model Navigator, guru dapat mengajarkan tidak lebih dari 5 instruksi kepada wakil-wakil tim. Wakil-wakil ini akan kembali ke tim-nya masing-masing untuk mengajarkannya pada teman-temannya. Dalam Model Para Ahli, guru akan menunjuk seorang siswa yang dianggap ‘ahli’ untuk mengajarkan teman-teman sekelasnya untuk menggunakan komputer sesuai dengan kebutuhan mereka. Akhirnya, Model Kolaboratif menunjukkan bahwa tidak setiap aktivitas perlu terus-menerus melibatkan siswa — dan bahwa penggunaan komputer oleh siswa dapat beragam sesuai dengan tugas yang diberikan.

Panduan Festival & Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tahun 2013


fls2nTeman-teman guru yang berbahagia,  Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dilaksanakan setiap tahun.  Tahun ini dipastikan akan dilaksanakan juga lomba tahunan itu dengan materi yang mirip dengan tahun lalu. Namun untuk jenjang sekolah dasar ada beberapa cabang lomba baru yang sebelumnya belum ada pada tahun lalu, yaitu adanya cabang Pantomim dan membuat cerita bergambar.

Karena sampai hari ini panduan secara resmi tentang FLS2N belum ada, namun begitu kita tetap harus menyiapkan materi maupun artisnya, maka dengan ini saya akan berbagi dengan teman-teman semua tentang Panduan dan Petunjuk teknis pelaksanaan Festival dan lomba  Seni Siswa Nasional Tingkat kecamatan Madukara, kabupaten Banjarnegara yang sudah kami laksanakan pada 30 Maret 2013 yang lalu. semoga bermanfaat untuk teman-teman semua.

ADAPUN PANDUAN JUKNNISNYA SILAHKAN DI DOWNLOAD DI SINI !!

SILABUS SD KURIKULUM 2013


kurikulum-2013-570x230

KURIKULUM 2013

Beberapa perbedaam Kurikulum 2013 dengan KTSP antara lain:

  1. Pada KTSP pembelajaran tematik berlaku untuk kelas 1,2 dan 3 saja, sedangkan pada Kurikulum 2013 pembelajaran tematik diberlakukan untuk semua kelas mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. 
  2. Pada KTSP terdapat 11 mapel termasuk mulok, sementara kurikulum 2013 terdapat 8 mata pelajaran
  3. Pada KTSP Bahasa inggris dapat dijadikan mulok, pada kurukulum bari Bahasa inggris hanya menjadi kegiatan ekskul.
  4. Pada KTSP Mulok berdiri sendiri, pada Kurikulum 2013 mulok terintegrasi dalam Penjaskes.
  5. Yang lebih istimewa lagi pada KTSP Silabus dan RPP dikembangkan oleh guru sementara pada kurikulum 2013 guru cukup mengembangkan RPP saja. sementara Silabus sudah disusun oleh pemerintah.

Teman-teman guru yang menghendaki Silabus pada kurikulum 2013 silahkan download di sini:

  1. SILABUS  TEMATIK KELAS 1
  2. SILABUS  TEMATIK KELAS 2
  3. SILABUS  TEMATIK KELAS 3
  4. SILABUS  TEMATIK KELAS 4
  5. SILABUS  TEMATIK KELAS 5
  6. SILABUS  TEMATIK KELAS 6

Cara cerdas Mempersiapkan UN as


091130karikatur-thumMenjelang Ujian Nasional berbagai sekolah melakukan aneka ragam kegiatan dalam rangka mempersiapkan anak didiknya untuk sukses menjalani Ujian Nasional. Mulai dari les pelajaran setiap hari, try out UN, les privat, sampai dengan kegiatan doa bersama dan istiqosah. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan aneka kegiatan tersebut, namun jika semuanya tadi dilakukan secara berlebihan bukan tidak mungkin hasil yang diperoleh saat menjalani Ujian Nasional nanti justru anak-anak tidak mendapatkan hasil yang optimal.

Bulan-bulan ini kelas 6, 9 dan kelas 12 adalah bulan-bulan yang dirasakan amat berat bagi semua siswa. Tidak ada waktu ceria diwajah mereka kecuali ketegangan yang nyaris menghinggapi seluruh wajah siswa dalam menghadapi UN ini. Ibarat kata bangun tidur sarapan soal, datang ke sekolah snack-nya soal, pulang sekolah makan soal, bahkan saat akan tidurpun dinnernya juga soal. Secara berkelakar boleh dibilang saat buang hajatpun yang keluar juga soal.Kondisi demikian tentu  sangat menyiksa anak didik, namun itu semua sudah dianggap lazim oleh para guru di sekolah. Bahwa ketika sudah kelas 6 untuk SD, kelas 9 untuk SMP maupun kelas 12 untuk SMA/SMK memang mereka harus prihatin, menyingkirkan segala urusan yang sifatnya senang-senang. Kalau mereka ingin sukses dalam menjalani UN mereka harus taat dengan rutinitas yang sangat membosankan tersebut.

Sebenarnya kalau kita telaah secara jernih kegiatan tersebut di atas sangatlah bertentangan teori belajar. Gagner mengatakan bahwa keberhasilan belajar sangat ditentukan oleh kondisi emosi. Belajar dalam suasana hati yang menyenangkan akan membantu otak untuk terbuka lebar menerima informasi apapun dan akan menjamin lebih tahan lama dalam ingatan (long term memory). Sebaliknya situasi belajar yang membosankan apalagi penuh dengan ancanam, volume otak akan segera menyempit untuk menerima informasi apapun atau justru melarikan diri dari fokus pembelajaran saat itu.

Dalam tulisan ini saya akan memberikan tips cerdas dalam menyiapkan anak didik sukses dalam menjalani UN, tetapi tetap dalam suasana yang menggembirakan. Ada beberapa  langkah yang harus kita lakukan, antara lain:

  1. Pastikan bahwa proses pembelajaran sudah tuntas atau selesai sekitar 2 bulan sebelum menghadapi UN.
  2. Buat rangkuman materi berkaitan dengan kisi-kisi UN
  3. Suruh siswa mempelajari dan memahami materi UN tersebut secara sungguh-sungguh
  4. Bantu siswa menghafalkan materi yang sulit dengan berbagai cara yang menggembirakan, misalnya dengan cara menyanyi, bermain, jembatan keledai, atau dengan cara lain yang menggembirakan.
  5. lakukan Tryout UN bukan untuk mengerjakan soal 1 s.d 50 sekaligus. tetapi kerjakan 50 soal untuk indikator nomor 1 s.d 10 saja secara paralel. Dengan demikian cakupan materi tidak terlalu luas dan sangat gampang untuk dilakukan analisis terhadap materi mana saja yang belum dikuasai oleh siswa.

Kalau try out soal secara paralel selesai dilakukan cobalah untuk tryout soal secara keseluruhan indikator, insya allah hasilnya sudah bagus.  Dengan demikian siswa kita telah siap menghadapi UN dengan penuh kegembiraan dan Insya Allah sukses semua untuk mereka.

%d blogger menyukai ini: