Belajar dari Tukang Batu Akik


edi-tukang-poles-batu-cincin-pontianak_20150205_160132Suatu sore datanglah seorang guru wiyata bhakti ke rumah. Saya sudah menduga-duga biasanya guru WB datang ke rumah karena ada masalah tentang sertifikasi. Apakah data di Dapodik tidak sesuai, atau butuh SK GTY, atau hal-hal lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran di sekolah.

“Gemana mas, apa yang bisa saya bantu?” Saya memulai pembicaraan.

“Ini pak, saya mau menunjukkan beberapa contoh batu akik. Eh..barangkali pak Narto tertarik,” dia menjawab sambil mengeluarkan beberapa batu akik satu persatu dari tasnya.

Dalam hati sebenarnya saya tertawa bercampur geli juga. Selama ini saya tidak pernah tertarik dengan namanya assesoris tubuh. Apakah itu jam tangan, gelang, cincin atau apalah termasuk juga batu akik. Rasanya ribet dan bikin susah aja pakai kayak begituan.

“Ini namanya Badar Perak pak?” dia meneruskan promosinya. “Uniknya batu ini adalah batu ini bening, tetapi kalau disenter di dalamnya ada semacam gumpalan-gumpalan mirip perak. Ini batu asli pak. Silahkan dipegang atau digosok. Ini bukan kaca.”

Karena saya penasaran, maka segera aku ambil senter dan aku sorot batu itu. Weleh-weleh ternyata bener yang ia katakan. Batu itu di dalamnya ada semacam gumpalan-gumpalan perak. Di sela-sela gumpalan perak itu adalah warna bening seperti air,  padahal ini batu. LUAR BIASA batin saya mengatakan. Kenapa batu bisa seperti ini.

“Ini namanya Kalimaya”, Dia menunjukkan batu yang lain lagi. Menurutnya batu ini kalau terkena sinar matahari akan berkilau-kilau memancarkan beraneka warna mengkilap. Lantas saya buktikan dengan saya menyoroti batu itu dengan senter. Wih…ini juga luar biasa. Yang menjadikan saya terkesima adalah kenapa batu bisa menjadi indah seperti itu. Begitu MAHA KUASA Allah menciptakan alam ini.

Singkat cerita kemudian saya membeli salah satu dari batu itu. Begitu panasarannya tentang batu akik, lantas saya mengambil potongan batu kecil yang ada di rumah untuk bisa dibuatkan akik kepada teman guru WB tersebut. Dia menjanjikan 3 hari insya allah sudah jadi.

Sesuai perjanjian, maka 3 hari kemudian dia datang lagi ke rumah. Dan…….masya Allah,  batu akik pesanan saya sudah jadi. Waktu itu batunya gak berbentuk, warnanya kusam kehitaman. Namun setelah jadi di luar dugaan. Batu akiknya menjadi berwarna bening kekuning-kuningan. Dia menyebutnya Batu Sulaiman. Gila benar ini, kenapa ya dari dulu saya gak tahu keindahan  ciptaan Allah tentang batu ini. ALLAHU AKBAR.

Ada dua hal yang saya sangat kagum dengan fenomena batu akik ini, yaitu

Pertama: Saya kagum sekagum-kagumnya kepada Allah swt yang telah menciptakan aneka keindahan di dunia ini. Hanyalah batu yang saya tahu. Tetapi di dalam batu yang Allah ciptakan terdapat berbagai keindahan yang tidak mungkin dibuat oleh manusia. Di dalam batu mana mungkin bisa ada gambar keris, mana mungkin bisa ada semutnya. Di dalam batu juga bisa ada tulisan asma Allah, di dalam batu bisa ada pemandangan menyerupai karang di bawah laut dan masih banyak lagi.

Kedua: Saya kagum dengan SI TUKANG BATU AKIK. Begitu cerdasnya dia. Begitu jelinya dia. Bagaimana dia menerawang sehingga bisa diperoleh gambaran yang ajaib itu. Bagaimana dia mencari posisi, sehingga dari arah tertentu batu itu bisa memunculkan view terindah. Bagaimana dia memoles dan menggosoknya sehingga batu yang dulunya kusam menjadi kinclong dan bernilai tinggi. LUAR BIASA mereka.

PEMBELAJARAN untuk kita semua selaku pendidik. Ditangan tukang batu akik,  batu yang semula satu kubik kira-kira hanya berharga 60.000,- rupiah bisa disulap hanya dengan mengambil satu butir batu sebesar biji salak saja, kemudian digosok dan aknhirnya menjadi berharga sampai jutaan rupiah. Itu semua ditentukan oleh ketelitian dan ketelatenan mereka dalam melihat serat-serat dan warna batu. Kecerdasan mereka dalam memposisikan serat-serat dan warna batu, sehingga dapat terlihat paling exotik dan bernilai tinggi. Kesabaran mereka dalam menggosok dan menggerenda batu, sehingga diperoleh batu akik yang semula kusam menjadi indah kemilau.

Alangkan hebatnya anak-anak Indonesia ini jika dikelola oleh para guru yang menggunakan mekanisme kerja seperti tukang batu akik. Sebelum membelah batu, tukang batu akik sudah mengemati terlebih dahulu apa kelebihan dan kekurangannya. Dari arah mana mereka akan membelah sehingga diperoleh view terbagus dan tidak menghilangkan keasliannya. Begitu juga seharusnya seorang guru, mestinya sebelum mengajar anak didik terlebih dahulu harus mengamati apa kelemahan dan kelebihannya. Dari mana dia harus memulai mengajar sehingga anak didik dapat berkembang optimal potensinya. Sisi-sisi mana yang harus mendapatkan perhatian serius untuk dapat dikembangkan atau dikendalikan. Bagian-bagian mana yang harus digosok sehingga dapat menjadi prestasi dan bernilai tinggi. Bagian-bagian mana yang harus dipotong dan dihilangkan untuk tetap menjaga harga tinggi.

Batu yang TIDAK BERHARGA saja, jika dikelola dengan baik dan cerdas dapat BERHARGA tinggi. Saya yakin seyakin-yakinnya jika anak didik yang memang SUDAH BERHARGA jika dikelola dengan baik dan cerdas tentu menjadi SANGAT BERHARGA. Saya yakin ditangan para pendidiklah mereka nanti menjadi insan yang berharga tinggi. Berharga untuk diri sendiri, berharga untuk lingkungannya dan tentu berharga untuk negara ini.

Terima kasih.

Selamat menunaikan ibadah puasa.

2 Tanggapan

  1. Inti pendidikan yang saya pahami adalah memperkenalkan nilai-nilai hidup…..mana yang baik/benar dan mana yang tidak baik/salah berdasar pada satu standar penilaian atas kurikulum hidup itu sendiri…kutipan tersebut cukup memberikan inspirasi…..sekarang sudah saatnya kita kaji tentang standar kurikulum hidup tersebut. yang kalau saya amati…standar tersebut sudah lepas dari porosnya ( ibarat jari-jari roda )….kalau boleh saya pakai istilah…..” Teknis sudah memakan Strategi…..”
    Strategi adalah bentangan teori dalam meraih nilai hidup ( Gagasan) tersebut…..dan Teknik adalah pelaksanaan akan isi dari stategi tersebut ( Pelaksanaan ) atau titik tolak….dari mana dan mau kemana berdasar strategi itu memberikan arah tujuan yang mau di capai…persiswa seperti RPP.
    Jadi lengkapnya manusia itu unik tidak seperti batu akik….!!! (bersambung)

  2. The complect competencies is made simple. Kira-kira begitulah. Kemampuan yang paling rumit itu adalah membuat sesuatu yg rumit itu menjadi sederhana dan mudah. Kita sebagai penulis harus bisa meracik dan meramu kata-kata kita, kiasan2 kita, kalimat-kalimat kita supaya gampang dan bisa dimengerti orang lain. Saya sependapat dengan anda, tetapi “teori” anda bisakah dimengerti kebanyakan orang yang membaca?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: