Tips Mengatasi Rasa Minder Saat Menjadi Trainer


Menjadi seorang trainer atau nara sumber dalam sebuah pelatihan bukanlah hal yang sulit. Hal tersebut sebenarnya materi pelatihan biasanya sudah dikuasai terlebih dahulu sebelum peserta pelatihan datang. Namun demikian yang paling sulit adalah menguasai audien saat pelatihan berlangsung. Bagaimana mengkondisikan seluruh audien untuk dapat fokur kepada kita selama kita menyajikan materi. Yang lebih penting lagi bagaimana semua audien tune in dengan materi yang kita sajikan.

img_10992Penguasaan audien merupakan 50% keberhasilan nara sumber saat membawakan sesi. Banyak para triner pemula menanyakan kepada saya, “bagaimana mengatasi rasa minder saat menyajikan materi pelatihan?’. Hal tersebut akan terasa lebih berat lagi apabila beberapa audien merupakan teman senior atau pejabat yang lebih tinggi posisinya kita. Sebenarnya hampir semua nara sumber pada awalnya merasakan hal demikian.

Berikut saya sajikan beberapa tips mengatasi rasa minder saat menjadi nara sumber di hadapan umum:

  1. Sebelum pelatihan anda harus membekali PIM3, yaitu Performent (silahkan perpenampilan yang menarik, tapi tidak mencolok); Icebreaker (kuasai beberapa icebreaking atau energizer); Materi (anda harus menguasai materi pelatihan); Media (kuasai beberapa media seperti power poin dan papan tulis); dan Metode (rancang metode pelatihan yang membuat peserta senang).
  2. Datanglah lebih awal sebelum pelatihan/ seminar dimulai  dan tataplah setiap orang yang memasuki ruangan. Hal ini akan menguatkan mental anda, karena posisi anda sudah menang dan secara psikologis anda lebih dahulu menguasai tempat pelatihan. Ibarat pemain sepak bola anda adalah sebagai tuan rumahnya.
  3. Jika ditemui salah satu peserta atau beberapa peserta adalah orang yang anda pandang sangat senior atau lebih pinter dari anda, maka sekalian saja menfaatkan orang ybs untuk membantu sesi anda tersebut. Jangan malu-malu anda bilang kepada orang ybs untuk ijin menyajikan dan mohon bantuannnya jika nanti ada kesulitan. Dengan begitu anda akan merasakan beban anda berkurang 50%. Selanjutnya terserah anda untuk mengoptimalkan sesi.
  4. Sebagai pemula jangan hadir di ruangan pada saat para audien sudah memenuhi ruangan. Hal ini anda akan menjadi pusat perhatian pada waktu yang bersamaan. Tentu bagi pemula ini merupakan beban mental yang laur biasa berat, bisa-bisa anda sudah kalah sebelum bertanding.
  5. Pada saat nama anda dipanggil oleh MC bahwa pelatihan akan segera dimulai dengan pembicara adalah anda, maka jangan segera memasuki arena yang telah disiapkan. Saat itulah anda akan menjadi pusat perhatian lagi. Tenangkan diri anda, minumlah beberapa teguk air yang telah disediakan terlebih dahulu. Baru secara perlahan tapi pasti anda memasuki arena yang telah dipersiapkan untuk anda memberikan pelatihan.
  6. Bicaralah secara tenang, perlahan dan tidak tergesa-gesa. Dengan berbicara terlalu cepat, selain tidak mudah dipahami akan membuat anda semakin gugup.
  7. Jika ada pertanyaan dari peserta yang sulit dan anda tidak bisa menjawab, silahkan beri kesempatan kepada audien yang lain untuk menjawabnya. Saat para peserta yang lain berusaha memberikan jawaban, anda bisa memikirkan jawaban yang tepat dengan menyaring beberapa pendapat peserta yang baik.

Selamat mencoba, jika ada pertanyaan berkaitan dengan teknik memfasilitasi atau menjadi trainer silahkan berikan comment pada tulisan ini. Pasti akan saya berikut jawaban. Terima kasih

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: