Pelatihan Icebreaker untuk guru SMP


“Siswa yang mempunyai rasa tidak senang atau bahkan takut, secara alami  akan segera “melarikan diri” keluar dari keterlibatannya dalam mengikuti pelajaran walaupun secara fisik dia masih berada di tempat duduk semula (Sunarto, 2011: 3). Namun demikian kondisi sekolah di Indonesia adalah kondisi sekolah yang penuh dengan keseragaman. Sekolah-sekolah di Indonesia adalah sekolah yang mau tidak mau harus menjalankan sederet tata tertib, kurikulum, Peraturan Menteri, sejumlah mata pelajaran dan sejumlah standar-standar lainnya, dimana semua itu harus ditaati dan dilaksanakan.

Dalam menjalankan sejumlah target yang dicanangkan di atas, tidak jarang justru kebanyakan sekolah-sekolah di Indonesia menjalankan proses pembelajaran yang penuh kekakuan dan mungkin dirasakan sangat “menyiksa” mental anak-anak didik kita pada saat mereka belajar di sekolah. Namun apa mau dikata, semuanya harus dijalankan dengan sepenuh hati demi kelangsungan hidup sekolah itu sendiri.

Pada kondisi yang demikian tentu yang bisa dilakukan oleh guru adalah bukan untuk “melawan” segala jenis peraturan di atas, namun harus mencari solusi bagaimana supaya semuanya bisa dijalankan dengan baik tetapi nuansa hati anak didik tidak tersiksa. Semuanya bisa belajar dengan sejumlah tata tertib, namun anak-anak tetap merasa happy dalam menjalaninya.

Sebenarnya banyak solusi yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Menyusun materi pelajaran dengan sajian menarik dan menantang untuk “dicicipi” peserta didik.
  2. Menggunakan media yang menarik.
  3. Menggunakan metode pembelajaran yang berfariasi.

Namun demikian ke-3 usaha diatas bukanlah usaha yang mudah dan bisa dilaksanakan dengan gampang oleh semua guru. Diperlukan kreativitas dan usaha keras untuk dapat menjalankan ketiga usaha di atas. Namun demikian para guru tidak perlu putus asa, karena ada SOLUSI lain yang dapat dilakukan oleh para guru dengan mudah, yaitu dengan memberikan ICEBREAKER dalam pembelajaran.

Hari selasa tanggal 22 Oktober 2012 kemaren dilaksanakanlah pelatihan ICEBREAKER untuk para guru SMP N 2 Banjarnegara sebagai kelengkapan bekal bagi para guru SMP dalam menjalankan program MBS (Manajemen Berbasis Sekolah) di Banjarnegara. Mulai tahun 2012 ini program MBS mulai dilaksanakan di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di seluruh Banjarnegara dengan biaya APBD.  Dengan dilaksanakannya program MBS di SLTP ini semoga program MBS yang telah dilaksanakan di sekolah dasar sejak tahun 2003 mendapat gayung bersambut ketika anak-anak SD melanjutkan pada jenjang yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: