Kantras kondisi Pendidikan antara Finlandia dengan Indonesia


Mrs. Lea Kuusilehto bersama Wakemendiknas Prof. Dr. Fasli Jalal.

Beberapa bulan yang lalu saya diundang untuk menjadi salah satu pembicara Pembantu dalam acara ITCEE (International Teachers Conference and Education Exhibition) 2011 menghadirkan para pakar pendidikan dari berbagai belahan dunia seperti dari Amerika, Finlandia, Singapura, Jepang dan sebagainya. Dalam acara yang dihadiri oleh guru dari hampir seluruh provinsi di Indonesia ini didapatkan banyak pengalaman berharga, mulai dari kondisi pendidikan di berbagai negara sampai kondisi guru dari masing-masing negara tersebut.

Yang sangat menarik bagi saya adalah Presentasi dari Mrs. Lea Kuusilehto dari Finlandia. Beliau mengungkapkan sebenarnya Finlandia adalah negara yang tidak mempunyai sumber daya alam yang cukup dan kondisi geografis yang kurang menguntungkan. Namun sejak awal mereka menyadari bahwa satu-satunya hata yang sangat berharga adalah anak manusia yang mempunyai segala kemampuan untuk merubah semua kondisi yang ada. Selain itu warga negaranya juga sadar betul terhadap kondisi ini, sehingga jikalau mereka ingin tetap bertahan hidup maka mereka harus mengasah segala kemampuannya untuk mengalahkan pertarungan keras dengan kondisi alam yang tidak menguntungkan.

Alhasil hampir 98% warga negaranya sudah melanjutkan sekolah sampai ke jenjang lanjutan. Dan sejak tahun 2007 sekolah lanjutan di Finlandia hampir 96% adalah sekolah kejuruan. Bahkan 2,2 juta penduduknya lebih memilih pendidikan keahlian non gelar.

Guru merupakan profesi yang sangat dihargai, karena mereka adalah penentu masa depan anak bangsa. Dengan gaji hampir sama dengan gaji menteri di Indonesia, maka peminat terhadap pekerjaan guru sangatlah laur biasa banyak.   Hanya 10% saja dari pendaftar yang bisa diterima menjadi guru.

Di Finlandia juga menunjukkan taraf pendidikan perempuan justru lebih tinggi di banding para pria, hal ini berdampak pada pendidikan anak-anak di negara itu menjadi lebih baik dibanding Amerika Serikat sekalipun.

Management Pendidikan di sana benar-benar telah mengimplementasikan School Based management dengan sebenarnya. Bukan hanya masyarakat yang diminta untuk terlibat dalam pengembangan sekolah, namun juga kebijakan-kebijakan pemerintah juga mendasarkan pada masukan-masukan riil dari sekolah-sekolah. Infra struktur pendidikan/ sekolah sangatlah penting untuk dicukupi dan di lengkapi. Semua biaya pendidikan bagi warga negara adalah gratis, tanpa dipungut sedikitpun. Bahkan para siswa mendapatkan fasilitas untuk transportasi, makan siang, dan buku-buku gratis.

4 Tanggapan

  1. klo kita mau berusaha pasti ada jalan…itulah gambaran atau maksud dari Mrs. Lea Kuusilehto, menurut saya…. thanks bro

  2. Ya, begitulah yg dimaksud. Untuk memajukan pendidikan, bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah. namun lebih sebagai kebangkitan bersama untuk mewujudkan itu semua.

  3. Kapan pendidikan di indonesia bisa seperti finlandia,,,?? Mustahila nggak ya,,,

  4. Menunggu hari kebangkitan nasional yang ke-2, yaitu bangkit untuk maju….bersama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: