Pemanfaatan Internet dalam Pembelajaran


Selain menerapkan system pembelajaran seorang guru SD harus mampu menerapkan  metode pembelajaran sesuai dengan materi dan alat belajar yang telah digunakan. Untuk mengimplementasikan internet dalam pembelajaran di Sekolah Dasar, guru dapat memanfaatkan berbagai metode pembelajaran, misalnya diskusi, demonstrasi, problem solving, cooperative learning, dan discovery (Rustantiningsih, 2008). Metode pembelajaran tersebut dapat dilakukan secara bervariasi sehingga siswa semakin senang dan tertarik untuk belajar.

Dalam penelitian ini penulis menerapkan metode discovery dalam pembelajaran menggunakan internet di SD. Karena metode ini dirasa cocok untuk pembelajaran IPA anak SD seperti yang dikemukakan Roestiyah (2001:20) discovery adalah metode mengajar mempergunakan teknik penemuan. Metode discovery adalah proses mental dimana siswa mengasimilasi sesuatu konsep atau sesuatu prinsip. Proses mental tersebut misalnya mengamati, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan, dan sebagainya. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri, guru hanya membimbing dan memberikan instruksi.

Berkaitan dengan internet sebagai media dan sumber belajar, penggunaan metode discovery digunakan agar siswa SD mampu menemukan sendiri suatu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dengan mencari data-data melalui internet sehingga siswa aktif dalam pembelajaran dan pengalaman siswa dalam belajar akan lebih berkesan. Hal ini sejalan dengan pendapat Sund (dalam Kartawisastra, 1980) yang menyebutkan tujuan metode discovery adalah; 1)        Untuk memperoleh metode pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, 2) Untuk mengatifkan siswa belajar (CBSA) sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran, 3) Untuk memvariasikan metode pembelajaran yang digunakan agar siswa tidak bosan, 4) Agar siswa dapat menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, dan memecahkan sendiri masalah yang dipelajari, sehingga hasilnya setia dan tahan lama dalam ingatan, dan tidak mudah dilupakan.

Adapun Cara mengajar dengan metode discovery menurut (Mulyasa 2005:110) menempuh langkah-langkah sebagai berikut: (a) Adanya masalah yang akan dipecahkan, (b) Sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif peserta didik, (c) Konsep atau prinsip yang harus ditemukan oleh peserta didik melalui kegiatan tersebut perlu dikemukakan dan ditulis secara jelas, (d) harus tersedia alat dan bahan yang diperlukan, (e) Susunan kelas diatur sedemian rupa sehingga memudahkan terlibatnya arus bebas pikiran peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar, (f) Guru harus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengumpulkan data, (g) Guru harus memberikan jawaban dengan tepat dengan data serta informasi yang diperlukan peserta didik.

Sejalan dengan pendapat tersebut, langkah-langkah pembelajaran dengan menggunkan metode discovery di jelaskan lebih rinci  oleh Sund (dalam Kartawisastra, 1980) yang berpendapat bahwa discoveri atau penemuan adalah proses mental dimana siswa mengasimilasikan suatu konsep atau prinsip. Langkah – langkah yang dapat diterapkan dalam menggunakan metode discovery dalam pembelajaran menurut Sund (dalam Kartawisastra, 1980) adalah melalui tahapan berikut;

(1) Kegiatan Persiapan

(a).      Mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa (need assessment).

(b). Merumuskan tujuan pembelajaran.

(c). Menyiapkan problem (materi pelajaran) yang akan dipecahkan. Problem itu dinyatakan dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan. Problem tentang konsep atau prinsip yang akan ditemukan itu perlu ditulis dengan jelas.

(d). Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan ( peralatan internet )

(2) Kegiatan Pelaksanaan Penemuan

(a). Mengemukakan problema yang akan dicari jawabannya melalui kegiatan penemuan.

(b). Membuat kelompok diskusi, dan pengarahan tentang cara pelaksanaan penemuan/pemecahan problema yang telah ditetapkan.

(c). Pelaksanaan penemuan berupa kegiatan penyelidikan/percobaan untuk menemukan konsep atau prinsip yang telah ditetapkan.

(d). Membantu siswa dengan informasi atau data, jika diperlukan siswa.

(e). Membantu siswa melakukan analisis data hasil temuan, jika diperlukan.

(f).  Merangsang terjadinya interaksi antar siswa dengan siswa.

(g). Memuji siswa yang giat dalam melaksanakan penemuan.

(h). Memberi kesempatan siswa melaporkan hasil penemuannya.

(3)      Kegiatan Penutup

(a). Meminta siswa membuat rangkuman hasil-hasil penemuannya.

(b). Melakukan pembahasan hasil  penemuan.

(c). Melakukan tindak lanjut, yaitu meminta siswa melakukan penemuan ulang jika ia belum menguasai materi, dan meminta siswa mengerjakan tugas pengayaan bagi siswa yang telah melakukan penemuan dengan baik.

(d). Melaksanakan tes evaluasi untuk mengukur keberhasilan siswa dalam pembelejaran ini.

Sehingga dapat dikaji dalam penelitian tindakan kelas ini langkah pembelajaran yang digunakan adalah langkah-langkah pembelajaran menurut Sund (dalam Kartawisastra, 1980), yang diuraikan secara lebih rinci dan lengkap untuk proses pembelajaran IPA  di kelas Sekolah Dasar  dengan memanfaatkan internet.

Dapat disimpulkan penggunaan metode discovery dalam pelajaran IPA menggunakan internet dapat digunakan untuk pembelajaran anak SD kelas tinggi dengan batasan langkah-langkah pembelajaran yang sudah diuraikan. Dan untuk pembelajaran di SD pelaksanaan pembelajaran dapat  diakukan dengan mencari permasalahan yang ringan-ringan yang dapat dipelajari dan dicari sendiri oleh anak SD melalui internet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: