Pendampingan di kelas merupakan langkah riil menjaga kualitas guru


Peningkatan kualitas sudah dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari peningkatan jenjang pendidikan guru yang dulu dari SPG menjadi setara D2, sampai sekarang guru-guru menjadi setara S1. Tunjangan pendidikan juga diberikan kepada guru agar kualitas mereka bertambah baik. Peningkatan kualitas guru juga dilakukan dengan berbagai ragam pelatihan untuk guru. Namun itu semua belum banyak memberikan perubahan yang signifikan.

Pendampingan terhadap guru dalam kelas

Pendampingan terhadap guru dalam kelas

Ada kencenderungan guru bahwa mereka menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi bukan karena termotivasi untuk meningkatkan kaulitas diri, tetapi sekedar termotivasi agar dapat tersertifikasi yang berarti meningkatkan penghasilan. Nah masalah kaulitas diri..? Nanti dulu.

Hal lain yang sering terjadi adalah guru-guru mengikuti seminar, pelatihan workshop dan sebagainya juga lebih banyak dilatarbelakangi hanya untuk mengumpulkan bukti-bukti fisik untuk kepentingan portopolio. Apa aksi mereka setelah pelatihan? ya kembali seperti yang dulu.

Nah, ada cara yang lebih efektif untuk menjamin bahwa pelatihan tersebut terus bisa ditindaklanjuti sampai di kelas-kelas oleh para guru. Setelah para guru dilatih tentang suatu kompetensi tertentu sebaiknya diteruskan dengan program pendampingan di kelas-kelas.

Apa itu pendampingan?

Pendampingan adalah program follow up dari pelatihan yang telah dilaksanakan untuk kemudian mengunjungi kelas-kelas di mana para guru bekerja. Di sana pendamping bisa melihat implementasi guru dalam menerapkan keterampilan yang telah dilatihkan di dalam kelas. Pada bagian mana sudah mampu dilaksanakan dengan baik oleh para guru, dan pada bagian mana guru masih merasa kesulitan dalam menerapkannya. Pendamping dapat memberikan bantuan teknis terhadap kesulitan-kesulitan tersebut, bisa dengan memberikan contoh mengajar ataupun dengan memberikan masukan-masukan yang diperlukan.

%d blogger menyukai ini: