Tips Mengatasi Peserta pelatihan yang sering ngelantur dan menyimpang dari topik


ngelantur1Saat melaksanakan suatu pelatihan seorang fasilitator sering kali dihadapkan pada berbagai perilaku peserta yang beraneka ragam. Ada yang antusias mengikutinya, ada yang setengah-setengah atau ada yang apatis, bahkan ada pula yang sukanya menentang. Fasilitator/ trainer yang baik hendaknya bisa mengatasi berbagai kemungkinan yang muncul pada saat pelatihan. Berikut akan saya paparkan berbagai tips mengatasi peserta yang sulit untuk di ajak dalam suasanan kondusif pada waktu pelatihan dilaksanakan. Berbagai masalah yang sering muncul pada saat pelatihan antara lain:

  1. Perilaku peserta yang sering menyimpang dari topik.
  2. Perilaku peserta yang malu dan pendiam.
  3. perilaku peserta yang terlalu banyak bicara.
  4. Perilaku peserta yang sering menguji.
  5. Perilaku peserta yang senangnya membantah.
  6. Perilaku peserta yang kukuh memegang pendirian dan susah berubah
  7. Perilaku bermusuhan/ menolak
  8. Perilaku peserta yang sering mengeluh
  9. Perilaku peserta yang bicara ngawur dan mengganggu peserta lain.
  10. Peserta yang bosan
  11. Peserta bingung
  12. peserta antusias
  13. dan sebagainya.

Pada tulisan ini akan kita bahas satu persatu bagaimana mengatasi peserta yang sulit tersebut agar pelatihan tetap kondusif, namun juga tetap menjaga agar peserta tidak  merasa sakit hati.

 

  1. Perilaku yang sering menyimpang dari topik.

Peserta seperti ini cenderung berbicara berputar-putar, tidak fokus, dan menyimpang dari subyek yang dibicarakan. Dia suka memakai contoh-contoh atau analogi yang tidak berkaitan dengan topik pelatihan.

Bagaimana cara mengatasinya?

Anda dapat menggunakan beberapa alternatif sebagai berikut untuk mengatasinya:

  1. Katakan, “Saya sangat tertarik dengan topik yang anda bicarakan, tetapi karena keterbatasan waktu bagaimana kalau kita kembali ketopik terlebih dahulu?”
  2. Tanyakan kepada peserta lain, “apakah pembahasan yang Bp/Ibu……….. berikan sejalan dengan topik yang sedang kita bahas dan karena keterbatasan waktu apakah perlu dibahas sekarang?”
  3. Tanyakan kepada yang bersangkutan,”Bagaimana menghubungkan pembahasannya dengan topik yang sedang kita bicarakan?”.
  4. Lihat jam tangan, kemudian mintalah persetujuan kepada peserta lain untuk kembali pada topik yang sedang dibicarakan.
  5. Gunakan alat bantu visual (LCD, Papan tulis, flipchart atau OHP) untuk memperjelas topik yang sedang dibicarakan.
  6. Katakan: “Bisakah Anda merangkum point utamanya?’ atau “Apakah yang ingin anda tanyakan berkaitan dengan materi ini?”.

Pada tulisan yang akan datang akan kita bahas bagaimana mengatasi peserta pelatihan malu dan diam? Ikuti terus tulisan ini!

3 Tanggapan

  1. loh…mas, tulisan yang lainnya mana???sebaiknya jangan setengah-setengahlah…

  2. Udah banyak yang aku postingkan Pak, ketik aja di search “tips” nanti seluruh tulisan yg berkaitan dengan itu akan muncul. Mohon maaf jika tidak nyaman

  3. I’ve read some just right stuff here. Certainly worth bookmarking for revisiting. I wonder how so much attempt you put to create such a fantastic informative web site.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: