Sekolah Standart Nasional Mengadakan Pelatihan active learning


Bangka Barat, 18-20 Juni 2009

Sesaat setalah pelatihan di depan SMA N 1 Jabus Bangka Barat

Sesaat setalah pelatihan bersama KS, TU, dan Penjaga sekolah di depan SMA N 1 Jabus Bangka Barat

Tahun ini SMA Negeri 1 Jabus, Bangka Barat ditetapkan sebagai Sekolah Standar Nasional (SSN). Sebagai sekolah yang mempunyai predikat berstandar nasional, walaupun berada di daerah tentu harus berusaha untuk berdiri sejajar dengan sekolah-sekolah yang sudah maju di belahan wilayah Indonesia lainnya.

Dalam rangka meningkatkan kemampuan profesional guru dalam mengajar, SMA Negeri 1 Jebus mempelopori untuk mengadakan pelatihan active learning sebagaimana yang dituntut dalam kurikulum tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yaitu kompetensi.

Pelatihan active learning ini mendatangkan fasilitator dari Tim Quantum Development Center (QDC). Kepala SMA Negeri 1 Jabus Bp Iskandar Ahmad mengatakan pelatihan ini sengaja mendatangkan tim dari QDC karena melihat bahwa fasilitasi yang diberikan oleh QDC benar-benar dapat memberikan gambaran nyata tentang bagaimana guru harus berbuat di depan kelas. Model-model pembelajaran aktif benar-benar dipraktikkan bersama peserta untuk memberikan gambaran nyata kepada guru.

Dengan demikian diharapkan para guru paling tidak dapat meniru untuk kemudian bisa dikembangkan di kelas mereka masing-masing.

Pelatihan yang sekaligus hiburan


Bp Salim Guru SMA N 1 Jebus Bangka Barat

Bp Salim Guru SMA N 1 Jebus Bangka Barat

Pelatihan yang difasilitasi Quantum Development Center atau Fasilitator Idola ini benar-benar beda dengan pelatihan lainnya. Dalam pelatihan-pelatihan yang pernah saya alami selama ini benar-benar membosankan. Mulai dari awal sampai akhir pelatihan kami dipaksa untuk terus memperhatikan ceramah para trainer yang sekali-sekali membuat joke tertawa. Pelatihan yang sudah-sudah membuat kami tidak bertahan lama untuk tetap konsentrasi. Dari 100% yang disampaikan paling-paling hanya sekitar 20% yang mampu kami serap.

Pelatihan yang difasilitasi oleh Fasilitator Idola benar-benar terasa bukan sebagai pelatihan biasa. Kami diajak untuk aktif baik berfikir, bekerja maupun juga berbagai ice breaking yang membuat kami terus terjaga dari rasa kantuk dan capai. Pelatihan ini benar-benar membuat kami bisa dengan senang hati untuk terus mengikuti sesi demi sesi sampai akhir pelatihan.

Setiap kali kami dilihat mengantuk, fasilitator langsung melakukan energizer atau ice breaking yang menyegarkan suasana. Pelatihan ini benar-benar seperti menikmati hiburan. Tak terasa pelatihan selama 3 hari lekas berlalu. Banyak yang kami peroleh. Bukan saja materi tentang model-model pembelajaran aktif yang dipraktekkan bersama-sama yang membuat kami senang. Namun juga berbagai aktifitas pengelolaan kelas yang benar-benar kami merasa gembira. Bahkan terkadang kami merasa menjadi anak kecil kembali yang dengan leluasa untuk bermain bersama.

Pelatihan yang kaya begini yang kami cari


Bp Arpani, Kepala Sekolah SMK Jebus Bangka Barat

Bp Arpani, Kepala Sekolah SMK Jebus Bangka Barat

“Pelatihan yang seperti ini yang kami cari sejak lama. Sejak dulu pelatihan yang kami terima selalu teori-teori dan teori lagi. Baik pelatihan di tingkat Nasional maupun regional selalu seperti itu” begitu kata Pak  Arfani. Beliau adalah seorang Kepala Sekolah di SMK Jabus Bangka Barat.

“Saya juga seorang fasilitator di tingkat Kabupaten” lanjutnya. Sebagai seorang fasilitator di daerah saya sering mendapati permasalahan ketika harus memberikan contoh tentang berbagai hal yang kita sampaikan kepada peserta pelatihan. Ketika kami pelatihan di tingkat Pusat tidak pernah diberikan contoh-contoh (praktek langsung) tentang segala sesuatu yang disampaikan. Apakah itu model-model pembelajaran, KTSP, RPP, strategi mengajar dsb. Yang kami tahu adalah teorinya begini dan begitu. Sementara para guru yang ada di daerah inginnya bukan teori-teori melulu. Mereka inginnya contoh praktiknya seperti apa.

Dalam pelatihan kali ini saya puas dengan mendapatkan contoh-contoh riil dari para fasilitator dari Quantum Development Center. Kami berharap suatu saat nanti akan bisa bertemu lagi pada pelatihan dengan topik yang lain. Kami lebih mempunyai gambaran yang lebih riil ketika kami harus mengimplementasikan di sekolah. Selamat untuk Pak Sunarto dan kawan-kawan

Model Pelatihan di sini benar-benar baru bagi saya


Wasis Sucipto, M.Eng

Wasis Sucipto, M.Eng Juara I Nasional Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran 3 kali

Pelatihan yang diselenggarakan DBE 2 dan Quantum Development Center benar-benar baru bagi saya. Selama saya menjadi guru sejak tahun 1992 belum pernah ada pelatihan yang benar-benar melibatkan peserta untuk selalu aktif. Baik pelatihan yang dilakukan oleh LPMP, Dinas Pendidikan  maupun perguruan tinggi belum seperti itu.

Pelatihan yang diselenggarakan QDC benar-benar membuat peserta aktif dan kreatif karena mereka diajak secara langsung mengalaminya bukan sekedar berteori saja. Terkadang kita sudah sangat pandai tentang teori-teori, namun ketika harus mengimplementasikan dalam dunia nyata masih sangat kebingungan, termasuk pelatihnya sendiri. QDC menjawab itu semua dengan baik.

Pelatihan Model-model pembelajaran aktif untuk guru SLTA


Bangka Barat, 18 – 20 Maret 2009

Antusiasme peserta pelatihan tentang model-model pembelajaran PAKEM membuat andrenalin kami semakin meningkat untuk semakin all out dalam memfasilitasi pelatihan hari itu.

Pelatihan PAKEM guru di Bangka Barat

Pelatihan PAKEM guru di Bangka Barat

Selama 3 hari pelatihan kami menampilkan berbagai model pembelajaran PAKEM dengan melibatkan peserta sebagai siswa maupun sebagai guru dalam pelatihan tersebut.

Pada hari pertama kita melakukan model-model pembelajaran aktif seperti:

  1. Question student have (Siswa yang bertanya)
  2. Active debate (debat aktif)
  3. Star war (perang bintang)
  4. Every one is teacher here (semua orang adalah guru)
  5. Silent Demonstration (Demonstrasi Bisu)
  6. Lingkungan sebagai sumber belajar / CTL
  7. Gallery walk

Pada hari ke 2, kami mempraktikkan semakin banyak model-model pembelajaran seperti:

  1. Jigsaw

    Lingkungan sebagai sumber belajar /CTL

    Lingkungan sebagai sumber belajar /CTL

  2. Tree-step Interview
  3. Think-pair-share
  4. Tree-step review
  5. Round Robin Brainstorming
  6. Number Heads Together
  7. Team Pair Solo
  8. Circle the sage
  9. Partners

Dalam hari ke-2 ini beberapa peserta mampu membuat model-model pembelajaran aktif lainnya seperti: model pembelajaran “Ngrumpi” dan model pembelajaran ‘team ahli”

Pada hari ke-3 model-model pembelajaran yang telah dilakukan bersama pada hari pertama diimplementasikan oleh para peserta pelatihan dalam simulasi pembelajaran. Peserta pelatihan tidak hanya berperan sebagai siswa tetapi juga sebagai guru yang nantinya benar-benar akan menerapkannya di dalam kelas.

Keantusiasan peserta untuk bisa mencoba menerapkan pemahamannya tentang model-model pembelajaran aktif, membuat pelatihan hari ini menyajikan suasana  yang amat bergairah. Penampilan yang unik dari masing-masing peserta menjadikan pembelajaran baru bagi semua peserta pelatihan dan juga para fasilitator.

Pengertian dan Penerapan Metode Jigsaw


Metode  jigsaw adalah teknik pembelajaran kooperatif di mana siswa, bukan guru, yang memiliki tanggung jawab lebih besar dalam melaksanakan pembelajaran. Tujuan dari jigsaw ini adalah mengembangkan kerja tim, ketrampilan belajar kooperatif, dan menguasai pengetahuan secara mendalam yang tidak mungkin diperoleh apabila mereka mencoba untuk mempelajari semua materi sendirian.

jigsawSetiap siswa yang ada di “kelompok awal” mengkhususkan diri pada satu bagian dari sebuah unit pembelajaran. Para siswa kemudian bertemu dengan anggota kelompok lain yang ditugaskan untuk mengerjakan bagian yang lain, dan setelah menguasai materi lainnya ini mereka akan pulang ke kelompok awal mereka dan menginformasikan materi tersebut ke anggota lainnya.

Semua siswa dalam “kelompok awal” telah membaca materi yang sama dan mereka bertemu serta mendiskusikannya untuk memastikan pemahaman.

Mereka kemudian berpindah ke “kelompok jigsaw” – dimana anggotanya berasal dari kelompok lain yang telah membaca bagian tugas yang berbeda. Dalam kelompok-kelompok ini mereka berbagi pengetahuan dengan anggota kelompok lain dan mempelajari materi-materi yang baru. Continue reading

Paket PAKEM Bahasa Indonesia


PAKEM BAHASA INDONESIA

PAKEM BAHASA INDONESIA

Bahasa Indonesia adalah bahasa kita sehari-hari di sekolah. Namun entah mengapa pembelajaran bahasa Indonesia dianggap sulit oleh sebagian besar guru. Apalagi pembelajaran Bahasa Indonesia sekarang lebih menekankan pada 4 keterampilan berbahasa, yaitu: Berbicara, mendengarkan, membaca dan menulis. Bagaimana mengajarkan keterampilan berbicara dan menulis (mengarang)  merupakan hal yang dianggap paling sulit oleh sebagian para guru.

Kami bersedia membantu para guru atau fasilitator untuk memberikan pelatihan Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) pada pelajaran Bahasa Indonesia. Pelatihan ini didesign secara khusus berdasarkan temuan-temuan para guru Bahasa Indonesia yang melakukan proses pembelajaran bertahun-tahun.

Kami akan memberikan materi pelatihan Bahasa Indonesia yang meliputi:

  1. Hakekat Pembelajaran Bahasa Indonesia
  2. Kurikulum Pembelajaran Bahasa Indonesia
  3. Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia
  4. RPP Pakem Bahasa Indonesia
  5. APM Bahasa Indonesia
  6. Pembelajaran Bahasa Indonesia kelas awal
  7. Pembelajaran Bahasa Indonesia kelas tinggi
  8. Bagaimana mengajarkan mengarang
  9. Penilaian pembelajaran Bahasa Indonesia

Paket Pelatihan PAKEM Matematika


Pelatihan PAKEM Matematika (Demonstrasi Menara Hanoi)

Pelatihan PAKEM Matematika (Demonstrasi Menara Hanoi)

Paket Pelatihan PAKEM MATEMATIKA Pembelajaran Matematika dirasakan oleh sebagian besar siswa sebagai mata pelajaran yang paling sulit dan membosankan. Berdasarkan survei yang dilakukan, kebosanan anak-anak untuk mempelajari matematika disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:

  1. Metode pembelajaran yang monoton, yaitu ceramah kemudian diikuti dengan latihan-latihan soal.
  2. Guru matematika cenderung lebih cepat marah melihat siswa yang tidak segera memahami penjelasan guru atau tidak bisa mengerjakan soal latihan.
  3. Persepsi kebanyakan orang yang mengatakan bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit, sehingga mempengaruhi psikologi siswa yang akan belajar.
  4. Teman-teman mereka kebanyakan tidak menyukai pelajaran matematika.

Jika hal tersebut tidak segera dicari solusinya akan sangat merugikan bagi masa depan para siswa tersebut. Karena kita menyadari bahwa hidup di masyarakat tidak bisa terlepas dari kegiatan berhitung. Mulai bangun tidur, jual beli, belanja, memasak dan sebagainya.

Untuk memberikan jawaban terhadap permasalahan tersebut kami melayani para guru semua untuk berlatih melaksanakan pembelajaran yang aktif, kreatif, menyenangkan namun tetap efektif atau lebih dikenal dengan PAKEM matematika. Dalam pelatihan tersebut akan dikupas secara mendalam tentang hal-hal sebagai berikut:

  1. Hakekat Pembelajaran Matematika
  2. Kurikulum Matematika
  3. Pengembangan Pembelajaran matematika yang PAKEM
  4. Penilaian Pembelajaran Matematika yang otentik
  5. Pengelolaan pembelajaran Matematika
  6. Permainan matematika
  7. membuat RPP Matematika PAKEM.
  8. Alat Peraga Sederhana Matematika

Jika anda ingin meningkatkan kemampuan profesional dalam hal mengajar bisa melihat program pelatihan yang lebih lengkap di SINI atau bisa hubungi kami di sunartombs@gmail.com

Tips mengatasi peserta pelatihan yang sering menguji fasilitator


DSC04053Dalam forum pelatihan kita sering mendapati peserta pelatihan yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Ada 3 tipe pertanyaan yang diajukan oleh peserta pelatihan, yaitu:

 

  1. pertanyaan karena tidak jelas atau belum tahun,
  2. pertanyaan yang menginginkan jawaban berupa penjelasan yang dimaksudkan untuk menjelaskan kepada peserta lainnya,
  3. Pertanyaan yang lebih bersifat menguji kemampuan fasilitatornya.

Tipe pertanyaan pertama, biasanya diajukan oleh peserta pelatihan yang memang benar-benar tidak belum memahami materi ataupun tidak tahu tentang suatu materi tertentu. Jika dicermati biasanya pertanyaan yang diajukan masih sangat berkaitan dengan materi yang dipelajari pada hari itu. Bagaimana mengatasinya? Terhadap tipe ini fasilitator cukup melemparkan kepada peserta lain untuk memberikan bantuan dalam menjawab. Kalau jawaban dari mereka sudah benar, maka perkuatlah jawaban mereka dengan informasi-informasi tambahan. Namun jika belum ada yang benar, maka fasilitator bisa menjelaskan secara singkat jawaban dari pertanyaan yang dimaksud. 

Pertanyaan tipe kedua, biasanya diajukan oleh peserta pelatihan yang sudah memahami materi tersebut. Sebagai langkah bijak Ia tidak memberikan penjelasan kepada mereka, namun Ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dimaksudkan sebenarnya adalah untuk memberikan penjelasan ulang kepada peserta lainnya.  Terhadap jenis pertanyaan ini segera pahami situasi peserta pada umumnya. Kemudian berikan penjelasan singkat terhadap apa yang menjadi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Biasanya pertanyaan ini muncul karena ada suatu materi tertentu yang terlewatkan belum disampaikan, atau karena dalam penyajian kita kurang sistematis.

Tipe pertanyaan yang ketiga, biasanya muncul dari peserta yang ingin menguji kemampuan fasilitator atau bahkan ingin menjatuhkan di depan peserta lainnya. Jika dicermati, biasanya pertanyaannya tidak linier dengan materi yang sedang dibahas. Dia biasanya mencoba untuk menghubung-hubungkan materi yang sedang dibahas dengan topik lain yang sebenarnya tidak berkorelasi. Terhadap tipe pertanyaan yang demikian fasilitator dapat memberikan tanggapan sebagai berikut:

  • Jjawablah dengan taktis seandainya Anda memang tahu jawabannya.
  • Kalau anda tidak tahu jawabannya, lemparkan pertanyaan tersebut kepada peserta lainnya.
  • Kalau dijawab oleh peserta lain masih belum puas, tanyakan kepada yang bersangkutan tetang jawaban yang Ia kehendaki.
  • Katakan bahwa ini suatu proses belajar bersama.
  • Atau, jangan hiraukan perilaku tersebut dengan mengatakan akan karena keterbatasan waktu anda menjawab pada saat sesi yang berkaitan dengan pertanyaan tersebut.

Selamat mencoba

Program Pelatihan untuk Pelatih/ Fasilitator (TOT)


Kami melayani Pelatihan untuk Pelatih (TOT). Mengapa para pelatih atau fasilitator tetap perlu mengadakan pelatihan?

Dunia pendidikan terus mengalami dinamika yang sangat cepat. Demikian cepat arus perubahan di dunia pendidikan menghendaki para guru untuk juga terus menyesuaikan kompetensinya agar mereka tetap surfive.

PELATIHAN UNTUK PELATIH

PELATIHAN UNTUK PELATIH

Hampir setiap kali terjadi perubahan para guru dilatih tentang materi perubahan itu sendiri. Apakah itu kurikulum, model pembelajaran, mangement, pengelolaan pembelajaran, Teknologi Informasi dan sebagainya.

Namun sayang sekali para penyaji pelatihan selama ini masih banyak hanya sekedar menyampaikan informasi tanpa menghiraukan apakah yang ia sajikan akan tercerna dengan baik atau tidak. Pelatihan yang pasif di mana peserta pelatihan atau guru hanya sebagai pendengar barangkali tidak akan banyak membawa perubahan sesuai dengan tujuan dari perubahan itu sendiri. Para pelatih/ fasilitator hendaknya dibekali berbagai kemampuan tentang teknik-teknis fasilitasi yang efektif dan menyenangkan bagi peserta pelatihan. Dan yang lebih penting  lagi adalah bagaimana seorang fasilitator dapat membawa arus perubahan itu sendiri menjadi sebuah kompetensi bagi para peserta yang dilatih.

Berikut ini kami memberikan solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan melayani Paket Pelatihan untuk pelatih (Training of Trainers). Dalam paket pelatihan ini dikemas dengan mengedepankan prinsip-prnsip pembelajaran orang dewasa dan yang lebih penting lagi adalah mengedepankan contoh-contoh pelatihan dengan berbasis active learning dan Joyfull learning. Nilai plus dari pelatihan yang kami kelola adalah memberikan pengalaman-pengalaman riil sesuai kondisi pelatihan seperti bagaimana caranya agar fasilitator menarik, bagaimana agar fasilitator percaya diri, bagaimana kalau mengatasi peserta pelatihan yang malas atau sulit berkonsentrasi serta segudang pengalaman riil lain yang barangkali tidak dijumpai pada pelatihan-pelatihan lainnya.

Adapun materi untuk TOT adalah sebagai berikut:

  1. Prinsip-prinsip dasar pembelajaran orang dewasa.
  2. Bagaimana fasilitator yang baik itu?
  3. Tips agar fasilitator mempunyai performent yang menarik.
  4. Berbagai jenis ice breaking dan energizer.
  5. Tips agar fasilitator mempunyai Percaya diri yang baik.
  6. Tips agar fasilitator bisa dengan cepat menguasai materi pelatihan baru.
  7. Tips agar fasilitator bisa membuat presentasi yang menarik.
  8. Berbagi pengalaman tentang metode fasilitasi yang mengaktifkan peserta pelatihan.
  9. Tips mengatasi peserta pelatihan yang sulit, seperti: malas, sering minta ijin, suka menyanggah, sering komentar yang aneh, apatis, pemalu, dan berbagai kejadian riil di lapangan.

Lembaga anda menghendaki pelatihan tersebut? Silahkan hubungi kami di email: sunartombs@gmail.com atau silahkan menuliskan komentar anda dalam blok ini. Terima kasih

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: