Guru Agama lebih pintar dibanding guru mata pelajaran lainnya


“Guru-guru Agama harus lebih pintar dibanding guru-guru mata pelajaran lainnya”. Barangkali itulah semangat yang muncul dari guru-guru agama se-kota Yogyakarta saat mengikuti pelatihan pembelajaran tematik.

Mengapa semangat itu muncul ?

Pelatihan PAKEM untuk guru Agama di Yogyakarta

Pelatihan Tematik untuk guru Agama di Yogyakarta

Pada saat membahas pembelajaran tematik, ditemukan banyak kendala pada taraf implementasi di lapangan. Pasalnya guru agama adalah guru mata pelajaran, semenatara untuk mata pelajaran lainnya dilakukan oleh guru kelas. Dengan demikian praktis pembelajaran tematik hanya bisa dilakukan untuk mata pelajaran selain agama. Padahal pembelajaran agama seharusnya menjadi landasan bagi mata pelajaran lainnya.

Dalam posisi demikian tidak mungkin kita bisa memaksakan diri bahwa setiap mata pelajaran yang disajikan guru umum harus selalu melandaskan pada pelajaran agama. Hal yang paling realistis dilakukan adalah guru agama harus memahami materi-materi pelajaran lainnya sehingga memudahkan bagi guru agama ketika akan mengkaitkan dengan mata pelajaran-mata pelajaran umum.

Misalnya guru agama harus paham tentang materi IPA tentang perkembangbiakan makhluk hidup untuk kemudian dikaitkan dengan materi pelajaran agama tentang asal muasal manusia bahwa manusia berasal dari air mani. Dan sebagainya.

Dengan penguasaan berbagai materi pelajaran umum, maka diharapkan guru agama akan mampu memberikan penanaman iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan lebih meyakinkan.

Guru agama juga ingin PAKEM


Pelatihan guru Depag di DIY

Pelatihan guru Depag di DIY

Kesan bahwa Guru Agama selama ini ketinggalan jaman ataupun eksklusif mungkin tidaklah benar. Guru-guru agama di lingkungan Departemen Agama Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan pelatihan PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan) bekerja sama dengan DBE 2 USAID Jawa Tengah. Mereka sangat antusias mengikuti meteri-materi pelatihan. Bahkan banyak diantara mereka justru mempunyai kemampuan mengajar lebih PAKEM dibandingkan dengan guru umum.

Asumsi bahwa mata pelajaran agama adalah mata pelajaran yang bersifat dokmatis barangkali tidak semuanya benar. Ternyata hampir semua materi pelatihan PAKEM yang diberikan bisa diimplementasikan pada pembelajaran agama. Misalnya materi tentang Sifat Allah yang Esa, bisa disajikan dalam sebuah lagu gubahan syair dari topi saya bundar, menjadi seperti:

Allah hanya satu,

Hanya satu Allah,

Kalau tidak satu,

itu bukan Allah

Contoh lain seperti pengenalan huruf idzhar yang 6 (Alif, Kha, kho, ‘ain, goin, dan ha) bisa disajikan dengan teknik tepuk seperti:

Jika disebutkan huruf-huruf idzhar maka siswa menjawab dengan tepuk 3 x, sementara itu jika yang disebut guru bukan huruf idzhar maka siswa menjawab dengan tepuk 1 x. Dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Dalam pelatihan tersebut terdapat sebuah kesimpulan bahwa seorang guru agama idealnya adalah harus lebih pandai dari pada guru-guru lain pada umumnya. Karena agama merupakan induk dari ilmu-ilmu lainnya.

Model pembelajaran debat aktif


Membuat pembelajaran yang  menarik dan sekaligus mengaktifkan siswa banyak sekali caranya. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan model debat aktif.

Model debat aktif

Model debat aktif

Model pembelajaran debat aktif  merupakan modifikasi dari model-model diskusi terbuka yang terjadi di kalangan kampus. Bagaimana membawa suasana debat tersebut di pada jenjang pendidikan yang lebih rendah. Dimana pelaku debat adalah siswa SD yang belum banyak menguasai konsep atau argumentasi yang kuat untuk mempertahankan pendapatnya?

Model pembelajaran debat aktif tersebut dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Buatlah sebuah pernyataan yang kontroversi terhadap materi yang telah kita berikan sebelumnya. Misalnya “ayam sebenarnya juga termasuk binatang carnivora (pemakan daging)”.
  2. Bentuk siswa dalam 2 kelompok besar di dalam kelas.
  3. Satu kelompok adalah sebagai kelompok “PRO” atau pendukung pernyataan tersebut, sementara satu kelompok yang lain adalah sebagai kelompok KONTRA atau kelompok yang menolak pernyataan tersebut.
  4. Silahkan tanyakan kepada kelompok PRO, mengapa mereka mendukung pernyataan tersebut. Alasan-alasan apa yang menguatkan pernyataan tersebut?
  5. Sementara untuk kelompok KONTRA harus mempertahankan pendapatnya tersebut juga disertai dengan argumentasi-argumentasi yang masuk akal.
  6. Atur lalu-lintas debat agar tidak terjadi “Debat kusir”.

Model pembelajaran ini mempunyai banyak kelebihan, antara lain:

  1. memantapkan pemahaman konsep siswa terhadap materi pelajaran yang telah diberikan.
  2. Melatih siswa untuk bersikap kritis terhadap semua teori yang telah diberikan.
  3. Melatih siswa untuk berani mengemukakan pendapat.

Sekolah Standart Nasional Mengadakan Pelatihan active learning


Bangka Barat, 18-20 Juni 2009

Sesaat setalah pelatihan di depan SMA N 1 Jabus Bangka Barat

Sesaat setalah pelatihan bersama KS, TU, dan Penjaga sekolah di depan SMA N 1 Jabus Bangka Barat

Tahun ini SMA Negeri 1 Jabus, Bangka Barat ditetapkan sebagai Sekolah Standar Nasional (SSN). Sebagai sekolah yang mempunyai predikat berstandar nasional, walaupun berada di daerah tentu harus berusaha untuk berdiri sejajar dengan sekolah-sekolah yang sudah maju di belahan wilayah Indonesia lainnya.

Dalam rangka meningkatkan kemampuan profesional guru dalam mengajar, SMA Negeri 1 Jebus mempelopori untuk mengadakan pelatihan active learning sebagaimana yang dituntut dalam kurikulum tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yaitu kompetensi.

Pelatihan active learning ini mendatangkan fasilitator dari Tim Quantum Development Center (QDC). Kepala SMA Negeri 1 Jabus Bp Iskandar Ahmad mengatakan pelatihan ini sengaja mendatangkan tim dari QDC karena melihat bahwa fasilitasi yang diberikan oleh QDC benar-benar dapat memberikan gambaran nyata tentang bagaimana guru harus berbuat di depan kelas. Model-model pembelajaran aktif benar-benar dipraktikkan bersama peserta untuk memberikan gambaran nyata kepada guru.

Dengan demikian diharapkan para guru paling tidak dapat meniru untuk kemudian bisa dikembangkan di kelas mereka masing-masing.

Pelatihan yang sekaligus hiburan


Bp Salim Guru SMA N 1 Jebus Bangka Barat

Bp Salim Guru SMA N 1 Jebus Bangka Barat

Pelatihan yang difasilitasi Quantum Development Center atau Fasilitator Idola ini benar-benar beda dengan pelatihan lainnya. Dalam pelatihan-pelatihan yang pernah saya alami selama ini benar-benar membosankan. Mulai dari awal sampai akhir pelatihan kami dipaksa untuk terus memperhatikan ceramah para trainer yang sekali-sekali membuat joke tertawa. Pelatihan yang sudah-sudah membuat kami tidak bertahan lama untuk tetap konsentrasi. Dari 100% yang disampaikan paling-paling hanya sekitar 20% yang mampu kami serap.

Pelatihan yang difasilitasi oleh Fasilitator Idola benar-benar terasa bukan sebagai pelatihan biasa. Kami diajak untuk aktif baik berfikir, bekerja maupun juga berbagai ice breaking yang membuat kami terus terjaga dari rasa kantuk dan capai. Pelatihan ini benar-benar membuat kami bisa dengan senang hati untuk terus mengikuti sesi demi sesi sampai akhir pelatihan.

Setiap kali kami dilihat mengantuk, fasilitator langsung melakukan energizer atau ice breaking yang menyegarkan suasana. Pelatihan ini benar-benar seperti menikmati hiburan. Tak terasa pelatihan selama 3 hari lekas berlalu. Banyak yang kami peroleh. Bukan saja materi tentang model-model pembelajaran aktif yang dipraktekkan bersama-sama yang membuat kami senang. Namun juga berbagai aktifitas pengelolaan kelas yang benar-benar kami merasa gembira. Bahkan terkadang kami merasa menjadi anak kecil kembali yang dengan leluasa untuk bermain bersama.

Pelatihan yang kaya begini yang kami cari


Bp Arpani, Kepala Sekolah SMK Jebus Bangka Barat

Bp Arpani, Kepala Sekolah SMK Jebus Bangka Barat

“Pelatihan yang seperti ini yang kami cari sejak lama. Sejak dulu pelatihan yang kami terima selalu teori-teori dan teori lagi. Baik pelatihan di tingkat Nasional maupun regional selalu seperti itu” begitu kata Pak  Arfani. Beliau adalah seorang Kepala Sekolah di SMK Jabus Bangka Barat.

“Saya juga seorang fasilitator di tingkat Kabupaten” lanjutnya. Sebagai seorang fasilitator di daerah saya sering mendapati permasalahan ketika harus memberikan contoh tentang berbagai hal yang kita sampaikan kepada peserta pelatihan. Ketika kami pelatihan di tingkat Pusat tidak pernah diberikan contoh-contoh (praktek langsung) tentang segala sesuatu yang disampaikan. Apakah itu model-model pembelajaran, KTSP, RPP, strategi mengajar dsb. Yang kami tahu adalah teorinya begini dan begitu. Sementara para guru yang ada di daerah inginnya bukan teori-teori melulu. Mereka inginnya contoh praktiknya seperti apa.

Dalam pelatihan kali ini saya puas dengan mendapatkan contoh-contoh riil dari para fasilitator dari Quantum Development Center. Kami berharap suatu saat nanti akan bisa bertemu lagi pada pelatihan dengan topik yang lain. Kami lebih mempunyai gambaran yang lebih riil ketika kami harus mengimplementasikan di sekolah. Selamat untuk Pak Sunarto dan kawan-kawan

Model Pelatihan di sini benar-benar baru bagi saya


Wasis Sucipto, M.Eng

Wasis Sucipto, M.Eng Juara I Nasional Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran 3 kali

Pelatihan yang diselenggarakan DBE 2 dan Quantum Development Center benar-benar baru bagi saya. Selama saya menjadi guru sejak tahun 1992 belum pernah ada pelatihan yang benar-benar melibatkan peserta untuk selalu aktif. Baik pelatihan yang dilakukan oleh LPMP, Dinas Pendidikan  maupun perguruan tinggi belum seperti itu.

Pelatihan yang diselenggarakan QDC benar-benar membuat peserta aktif dan kreatif karena mereka diajak secara langsung mengalaminya bukan sekedar berteori saja. Terkadang kita sudah sangat pandai tentang teori-teori, namun ketika harus mengimplementasikan dalam dunia nyata masih sangat kebingungan, termasuk pelatihnya sendiri. QDC menjawab itu semua dengan baik.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: