Buku Icebreaker Dalam Pembelajaran aktif ini mewakili pengalaman berharga dari seorang fasilitator yang hebat


Dr. Vincent P. Costa, Ed,D,
Education Development Specialist
Education Development Center, Inc.

This book represents valuable experiences of a great facilitator.  Mr. Sunarto has spent much of his professional career engaged in international development projects providing instruction with active learning (PAKEM). Through these professional opportunities he has continually improved his competency as a great facilitator and has trained others to be competent facilitators as well.

With Ice Breaker dalam Pembelajaran AktifMr. Sunarto hopes that his valuable experiences can be shared with other professional educators so that teachers and children can benefit from a quality education program. The book will help facilitators and teachers provide creative and fun learning experiences. The activities described in this book help to revitalize the learning and motivate the learner during the implementation of the lessons.

The book is a timely one as the emphasis on applying active learning methods in school and university classrooms is gaining widespread attention in Indonesia.  Ice Breaker dalam Pembelajaran Aktif will be a great contribution to this movement.

Buku ini mewakili pengalaman berharga dari seorang fasilitator yang hebat.  Pak Sunarto telah menghabiskan sebagian besar karier profesional nya dengan terlibat dalam proyek-proyek internasional  dalam pengembangan pembelajaran aktif (PAKEM).  Melalui peluang profesionalnya  inilah beliau terus-menerus meningkatkan kompetensi nya sebagai seorang fasilitator yang hebat  dan juga telah melatih orang lain untuk menjadi fasilitator yang kompeten.

Dengan buku ice breaker dalam Pembelajaran Aktif  ini Pak Sunarto berharap bahwa pengalaman berharga tersebut dapat dibagi dengan para pendidik profesional lainnya sehingga guru dan anak-anak dapat memperoleh manfaat dari program pendidikan yang  berkualitas. Buku ini akan membantu para fasilitator dan guru memberikan pengalaman belajar yang kreatif dan menyenangkan. Kegiatan yang dijelaskan dalam buku ini membantu untuk merevitalisasi pembelajaran dan memotivasi pelajar selama pelaksanaan pelajaran.

Buku ini sangat  tepat waktu karena penerapan metode pembelajaran aktif sedang mendapat perhatian besar di Indonesia baik yang ada di sekolah-sekolah maupun di ruang-ruang kuliah. Buku Ice Breaker  dalam Pembelajaran Aktif akan menjadi kontribusi besar bagi gerakan ini.

Dr. Vincent P. Costa, Ed,D,

Education Development Specialist

Education Development Center, Inc.

Buku Icebreaker dalam pembelajaran aktif


“Anak-anak, sekarang tiba saatnya untuk istirahat/ pulang”, kata guru.

Jawaban anak-anak pasti “HOREEE….!!!”” Kenapa?

Mereka sudah bosan dengan rutinitas dan model mengajar gurunya. Pernahkan anda berfikir bagaimana merubah jawaban itu menjadi ” LAHH…NANTI BU GURU, atau SEBENTAR LAGI PAK GURU”. Tentu ini akan sangat mengasyikkan. Dan pembelajaran yang mendapat respon yang begitu tentu hasilnya sangat optimal. Bagaimana caranya untuk mendapatkan reaksi siswa yang menggembirakan, silahkan baca buku di bawah ini.

Buku ini adalah hasil dari pengalaman saya selaku guru, fasilitator, trainer dan aktivis PAKEM atau active learning sejak tahun 2003. Banyak contoh-contoh icebreaker dalam pembelajaran yang dapat digunakan oleh para guru/ trainer. Ada 9 Jenis icebreaker yang dapat dilakukan oleh teman-teman guru antara lain:

  • Jenis yel-yel
  • Jenis Tepuk tangan
  • Jenis Lagu
  • Jenis Gerak Tubuh
  • Jenis Humor
  • Jenis Games
  • Jenis Cerita/ dongeng
  • Jenis Sulap
  • Jenis audio visual.

Semuanya diberikan contoh-contoh di dalam buku ini secara gamblang (jelas) dan gampang (mudah) untuk dilaksanakan di seluruh jenjang sekolah. Tidak Mengandung Unsur pornografi dan sangat mendidik. Dapatkan buku ini di toko Gramedia atau Toga Mas, dengan harga Rp 40.000,- atau bisa pesan langsung ke saya  via sms 081327030274.

TOT WIAL untuk para Dosen


Universitas Negeri Yogyakarta, 16 – 20 Mei 2011

TOT What Is Active Learning untuk Para Dosen LPTK se-Jateng dan DIY

Pembelajaran aktif atau lebih dikenal dengan PAKEM sudah lama dilaksanakan di Jenjang Pendidikan Dasar utamanya di TK dan di SD. Di Indonesia program ini sudah dimulai sejak tahun 1999. Namun demikian, gema PAKEM belumlah menyentuh pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Pada Jenjang Pendidikan sekolah menengah pertama (SLTP) baru sekitar tahun 2006 mulai dikenalkan. Bahkan di jenjang pendidikan sekolah menengah atas boleh dibilang sampai pada saat ini belum juga ada implementasinya.
Sebenarnya di lingkungan Perguruan Tinggi sudah lama di kenalkan akan PAKEM ini. Namun semua orang tentu maklum, jika di Perguruan Tinggi lebih banyak dikaji pada tataran teori.

Berdasarkan pengalaman, ternyata PAKEM tidaklah mudah diimplementasikan begitu saja setelah para calon guru menerima teori. Pada saat mereka melakukan PPL di sekolah mahasiswa lebih banyak “meniru” perilaku dosen pada saat mengajar mereka. Menyadari hal tersebut  maka pada tanggal 16 – 20 Mei 2011 bertempat di Universitas Negeri Yogyakarta para dosen LPTK se DIY dan Jawa Tengah menyelenggarakan Pelatihan untuk Pelatih WIAL (What Is Active Learning).

Dengan pelatihan ini diharapkan selain memahami hakekat PAKEM (pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan), para dosen juga bisa memberikan contoh implementasi pembelajaran yang PAKEM dalam memberikan mata kuliah maupun memberikan contoh mengajar di dalam kelas.

 

Program Pelatihan


Sunarto Fasilitator Idola

Sunarto Fasilitator Idola

Nama Saya Sunarto. Lahir di Prambanan, Sleman Yogjakarta pada tahun  1972. saat ini saya mengabdikan diri pada dunia pendidikan dengan memberikan banyak bimbingan dan fasilitasi tentang active learning yang dikelola oleh DBE 2 USAID. Sebelumnya saya banyak berkecimpung di dunia PAKEM (pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) bekerja sama dengan UNICEF.

Selain sebagai sebagai fasilitator PAKEM dan ICT utk pembelajaran, saya banyak terlibat dalam berbagai seminar tingkat regional maupun nasional. Materi yang sering diminta peserta seminar adalah sekitar implementasi active learning, PAKEM, LKS, KTSP, DALI, Pemanfaatan komputer jumlah terbatas dalam pembelajaran dan sebagainya.

Sebagai wujud pengabdian saya terhadap dunia pendidikan saat ini saya sedang mengelola Lembaga Pendidikan dan Pelatihan untuk mendidik dan melatih para siswa sekaligus para gurunya. Lembaga yang kami beri nama QUANTUM DEVELOPMENT CENTER tersebut memberikan pelayanan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia mulai dari siswa, mahasiswa dan termasuk para gurunya. PROGRAM-PROGRAM pelatihan kami juga sudah banyak diakses oleh temen-teman guru di seluruh Indonesia

Sebagai media berbagi pengalaman maka dengan ini saya ciptakan blog sebagai sarana komunikasi dengan teman-teman praktisi pendidikan. Blog ini menyediakan informasi dunia belajar mengajar mulai dari Perencanaan, pembuatan alat peraga, alat evaluasi dan berbagai kebutuhan informasi guru yang diinginkan. Oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih jika para pembaca semua mau meluangkan waktu untuk melihat, mengapresiasi untuk kemudian dapat memberikan masukan terhadap blog ini sehingga berbagai informasi dapat di bagi kepada semua guru yang membutuhkannya.

Halaman ini berisi berbagai program pelatihan yang bisa diakses oleh seluruh pembaca. Program-program pelatihan yang kami sediakan ini kami kelola secara profesinal sebagai pengabdian kami terhadap dunia pendidikan di Indonesia

Sekolah Standart Nasional Mengadakan Pelatihan active learning


Bangka Barat, 18-20 Juni 2009

Sesaat setalah pelatihan di depan SMA N 1 Jabus Bangka Barat

Sesaat setalah pelatihan bersama KS, TU, dan Penjaga sekolah di depan SMA N 1 Jabus Bangka Barat

Tahun ini SMA Negeri 1 Jabus, Bangka Barat ditetapkan sebagai Sekolah Standar Nasional (SSN). Sebagai sekolah yang mempunyai predikat berstandar nasional, walaupun berada di daerah tentu harus berusaha untuk berdiri sejajar dengan sekolah-sekolah yang sudah maju di belahan wilayah Indonesia lainnya.

Dalam rangka meningkatkan kemampuan profesional guru dalam mengajar, SMA Negeri 1 Jebus mempelopori untuk mengadakan pelatihan active learning sebagaimana yang dituntut dalam kurikulum tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yaitu kompetensi.

Pelatihan active learning ini mendatangkan fasilitator dari Tim Quantum Development Center (QDC). Kepala SMA Negeri 1 Jabus Bp Iskandar Ahmad mengatakan pelatihan ini sengaja mendatangkan tim dari QDC karena melihat bahwa fasilitasi yang diberikan oleh QDC benar-benar dapat memberikan gambaran nyata tentang bagaimana guru harus berbuat di depan kelas. Model-model pembelajaran aktif benar-benar dipraktikkan bersama peserta untuk memberikan gambaran nyata kepada guru.

Dengan demikian diharapkan para guru paling tidak dapat meniru untuk kemudian bisa dikembangkan di kelas mereka masing-masing.

Pelatihan yang sekaligus hiburan


Bp Salim Guru SMA N 1 Jebus Bangka Barat

Bp Salim Guru SMA N 1 Jebus Bangka Barat

Pelatihan yang difasilitasi Quantum Development Center atau Fasilitator Idola ini benar-benar beda dengan pelatihan lainnya. Dalam pelatihan-pelatihan yang pernah saya alami selama ini benar-benar membosankan. Mulai dari awal sampai akhir pelatihan kami dipaksa untuk terus memperhatikan ceramah para trainer yang sekali-sekali membuat joke tertawa. Pelatihan yang sudah-sudah membuat kami tidak bertahan lama untuk tetap konsentrasi. Dari 100% yang disampaikan paling-paling hanya sekitar 20% yang mampu kami serap.

Pelatihan yang difasilitasi oleh Fasilitator Idola benar-benar terasa bukan sebagai pelatihan biasa. Kami diajak untuk aktif baik berfikir, bekerja maupun juga berbagai ice breaking yang membuat kami terus terjaga dari rasa kantuk dan capai. Pelatihan ini benar-benar membuat kami bisa dengan senang hati untuk terus mengikuti sesi demi sesi sampai akhir pelatihan.

Setiap kali kami dilihat mengantuk, fasilitator langsung melakukan energizer atau ice breaking yang menyegarkan suasana. Pelatihan ini benar-benar seperti menikmati hiburan. Tak terasa pelatihan selama 3 hari lekas berlalu. Banyak yang kami peroleh. Bukan saja materi tentang model-model pembelajaran aktif yang dipraktekkan bersama-sama yang membuat kami senang. Namun juga berbagai aktifitas pengelolaan kelas yang benar-benar kami merasa gembira. Bahkan terkadang kami merasa menjadi anak kecil kembali yang dengan leluasa untuk bermain bersama.

Pelatihan yang kaya begini yang kami cari


Bp Arpani, Kepala Sekolah SMK Jebus Bangka Barat

Bp Arpani, Kepala Sekolah SMK Jebus Bangka Barat

“Pelatihan yang seperti ini yang kami cari sejak lama. Sejak dulu pelatihan yang kami terima selalu teori-teori dan teori lagi. Baik pelatihan di tingkat Nasional maupun regional selalu seperti itu” begitu kata Pak  Arfani. Beliau adalah seorang Kepala Sekolah di SMK Jabus Bangka Barat.

“Saya juga seorang fasilitator di tingkat Kabupaten” lanjutnya. Sebagai seorang fasilitator di daerah saya sering mendapati permasalahan ketika harus memberikan contoh tentang berbagai hal yang kita sampaikan kepada peserta pelatihan. Ketika kami pelatihan di tingkat Pusat tidak pernah diberikan contoh-contoh (praktek langsung) tentang segala sesuatu yang disampaikan. Apakah itu model-model pembelajaran, KTSP, RPP, strategi mengajar dsb. Yang kami tahu adalah teorinya begini dan begitu. Sementara para guru yang ada di daerah inginnya bukan teori-teori melulu. Mereka inginnya contoh praktiknya seperti apa.

Dalam pelatihan kali ini saya puas dengan mendapatkan contoh-contoh riil dari para fasilitator dari Quantum Development Center. Kami berharap suatu saat nanti akan bisa bertemu lagi pada pelatihan dengan topik yang lain. Kami lebih mempunyai gambaran yang lebih riil ketika kami harus mengimplementasikan di sekolah. Selamat untuk Pak Sunarto dan kawan-kawan

Model Pelatihan di sini benar-benar baru bagi saya


Wasis Sucipto, M.Eng

Wasis Sucipto, M.Eng Juara I Nasional Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran 3 kali

Pelatihan yang diselenggarakan DBE 2 dan Quantum Development Center benar-benar baru bagi saya. Selama saya menjadi guru sejak tahun 1992 belum pernah ada pelatihan yang benar-benar melibatkan peserta untuk selalu aktif. Baik pelatihan yang dilakukan oleh LPMP, Dinas Pendidikan  maupun perguruan tinggi belum seperti itu.

Pelatihan yang diselenggarakan QDC benar-benar membuat peserta aktif dan kreatif karena mereka diajak secara langsung mengalaminya bukan sekedar berteori saja. Terkadang kita sudah sangat pandai tentang teori-teori, namun ketika harus mengimplementasikan dalam dunia nyata masih sangat kebingungan, termasuk pelatihnya sendiri. QDC menjawab itu semua dengan baik.

Pelatihan Model-model pembelajaran aktif untuk guru SLTA


Bangka Barat, 18 – 20 Maret 2009

Antusiasme peserta pelatihan tentang model-model pembelajaran PAKEM membuat andrenalin kami semakin meningkat untuk semakin all out dalam memfasilitasi pelatihan hari itu.

Pelatihan PAKEM guru di Bangka Barat

Pelatihan PAKEM guru di Bangka Barat

Selama 3 hari pelatihan kami menampilkan berbagai model pembelajaran PAKEM dengan melibatkan peserta sebagai siswa maupun sebagai guru dalam pelatihan tersebut.

Pada hari pertama kita melakukan model-model pembelajaran aktif seperti:

  1. Question student have (Siswa yang bertanya)
  2. Active debate (debat aktif)
  3. Star war (perang bintang)
  4. Every one is teacher here (semua orang adalah guru)
  5. Silent Demonstration (Demonstrasi Bisu)
  6. Lingkungan sebagai sumber belajar / CTL
  7. Gallery walk

Pada hari ke 2, kami mempraktikkan semakin banyak model-model pembelajaran seperti:

  1. Jigsaw

    Lingkungan sebagai sumber belajar /CTL

    Lingkungan sebagai sumber belajar /CTL

  2. Tree-step Interview
  3. Think-pair-share
  4. Tree-step review
  5. Round Robin Brainstorming
  6. Number Heads Together
  7. Team Pair Solo
  8. Circle the sage
  9. Partners

Dalam hari ke-2 ini beberapa peserta mampu membuat model-model pembelajaran aktif lainnya seperti: model pembelajaran “Ngrumpi” dan model pembelajaran ‘team ahli”

Pada hari ke-3 model-model pembelajaran yang telah dilakukan bersama pada hari pertama diimplementasikan oleh para peserta pelatihan dalam simulasi pembelajaran. Peserta pelatihan tidak hanya berperan sebagai siswa tetapi juga sebagai guru yang nantinya benar-benar akan menerapkannya di dalam kelas.

Keantusiasan peserta untuk bisa mencoba menerapkan pemahamannya tentang model-model pembelajaran aktif, membuat pelatihan hari ini menyajikan suasana  yang amat bergairah. Penampilan yang unik dari masing-masing peserta menjadikan pembelajaran baru bagi semua peserta pelatihan dan juga para fasilitator.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: