Soal Tes CPNS


Secara garis besar Bidang Materi soal yang diujikan dalam tes CPNS ada 3 materi Pokok, yaitu:

  1. Tes Potensi Akademik atau sering juga disebut Tes Bakat Skolastik
  2. Tes Kemampuan Umum
  3. Tes Khusus (Bidang Otonomi Daerah)

Adapun untuk Tes Potensi Akademik (TPA)  justru Prosentase soalnya adalah yang paling banyak. Bagi teman-teman yang menghendaki Buku Murah tentang soal-soal TPA silahkan download di SINI

Jenis Pengungkit Versi Stasiun Balapan


Ketika siswaku diterangkan tentang jenis-jenis pengungkit, ternyata mereka sering mengalami kesulitan untuk mengingat pengelompokan mana yang termasuk pengungkit jenis ke-satu, pengungkit jenis ke-dua dan pengungkit jenis ke-tiga.

Nah untuk membantu mengingat pengelompokan jenis-jenis pengungkit tersebut, kemudian saya gubahkan lagu dari Didi Kempot yang berjudul Stasiun Balapan dan kemudian saya ubah syairnya sebagai berikut:

  • Berbagai jenis pengungkit,
  • Dalam pelajaran IPA,
  • Ada tiga jenis
  • Yang bisa membantu dirimu

  • Pengungkit jenis pertama
  • Titik tumpu ada di tengahnya
  • Ingatlah selalu
  • Contohnya gunting di rumahmu

  • Da..a dada sayang
  • Da… slamat blajar.

  • Reff:
  • Pengungkit jenis kedua
  • Beban ada ditengahnya
  • Ada banyak contohnya
  • Pemecah miri, sorong alatnya.

  • Pengungkit jenis ketiga
  • Kuasa ada ditengahnya
  • Ada juga contohnya
  • Lengan mengangkat buku

Hasilnya luar biasa. Tidak sampai satu jam siswaku dapat menghafal tentang jenis-jenis pengungkit tersebut. Apakah anda pengen koleksi lagu-lagu berisi pelajaran lainnya? Silahkan beli buku saya yang berjudul “Icebreaker dalam Pembelajaran Aktif” yang tersedia di Gramedia. Atau Hubungi saya langsung di HP 081327030274. Atau silahkan baca dulu layout nya di http://sunartombs.wordpress.com/2012/04/16/buku-ini-icebreaker-dalam-pembelajaran-aktif-memberikan-panduan-yang-gampang-mudah-dan-gamblang-jelas-mengenai-bagaimana-membuat-suasana-pembelajaran-lebih-gairah/

ALAT PERAGA yang Dapat Nilai Angka Kredit dan alasan Penolakannya


Jenis alat peraga yang dapat diakui angka kreditnya antara lain:

  1. Poster/gambar untuk pelajaran
  2. Alat permainan pendidikan
  3. Model benda/barang atau alat tertentu
  4. Benda potongan (cutaway object)
  5. Film/video pelajaran
  6. Gambar animasi komputer
Alasan Penolakan dalam Penilaian angka kredit:
  1. Alat peraga yang dikirimkan diragukan keasliannya karena laporan yang dikirimkan tidak memuat fotobahan, proses pembuatan, hasil pembuatan dan saat digunakan di kelas. Saran : Laporan alat peraga harus diperbaiki dan dikirimkan lagi dengan dilengkapi keempat foto pembuatan dan penggunaan.Alat peraga hanya dikirimkan foto/barangnya tetapi
  2. Tidak ada narasi laporan pembuatan dan penggunaan. Saran:  Dilengkapi dengan narasi laporan pembuatan dan penggunaan yang dilengkapi foto pembuatan dan penggunaan.
  3. Laporan alat peraga yang dikirimkan tidak disertai foto pembuatan dan foto penggunaan (bila tidak disertakan alat peraganya). Saran: Laporan alat peraga dilengkapi dengan  foto pembuatan dan foto penggunaan (bila tidak disertakan alat peraganya).
  4. Laporan alat peraga yang dikirimkan tidak ada pengesahan dari kepala sekolah. Saran: Laporan alat peraga diperbaiki dan dikirimkan ulang  dengan dilengkapi pengesahan dari kepala sekolah
  5. Alat peraga yang dibuat tidak bermanfaat dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Saran: Alat peraga diganti dengan yang baru, yang dapat meningkatkan mutu pembelajaran. Continue reading

PENGERTIAN PEMBELAJARAN TEMATIK


Sesuai dengan tahapan perkembangan anak, karakteristik cara anak belajar,  konsep belajar dan pembelajaran bermakna, maka kegiatan pembelajaran bagi anak kelas awal SD sebaiknya dilakukan dengan Pembelajaran tematik. Pembelajaan tematik adalah pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat  memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta, 1983). Dengan tema diharapkan akan  memberikan banyak keuntungan, di antaranya:

  1. Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu,
  2. Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama;
  3. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
  4. kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa;
  5. Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas;
  6. Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran lain;
  7. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkaan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan,  waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial, pemantapan, atau pengayaan.

LANDASAN PEMBELAJARAN TEMATIK

Landasan Pembelajaran tematik mencakup: Continue reading

STRATEGI PEMBELAJARAN IPA


Strategi berarti rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Di dalam proses pembelajaran guru harus memiliki strategi agar siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan baik. Salah satu unsur dalam strategi pembelajaran adalah menguasai teknik-teknik penyajian atau metode mengajar.

Ciri-ciri penggunaan metode pembelajaran itu baik, bila semua kegiatan pembelajaran dapat:

1)      Mengundang rasa ingin tahu murid;

2)      Menantang murid untuk belajar;

3)      Mengaktifkan mental, fisik dan psikis murid;

4)      Memudahkan guru;

5)      Mengembangkan kreativitas murid; dan

6)      Mengembangkan pemahaman murid terhadap materi yang dipelajari

Beberapa teknik penyajian dalam pembelajaran IPA, yaitu: Continue reading

Tanggung Jawab Pemda dalam peningkatan mutu pendidikan


Serah Terima Program DBE 2 USAID kepada PEMDA Kab. Grobogan

Tanggal 30 Nopember 2010 yang lalu saya mewakili PC DBE 2 Jawa Tengah untuk melaksanakan serah terima program DBE 2 kepada Pemerintah kabupaten Grobogan. Dengandilakukannya serah terima program tersebut, maka secara yuridis, maka hak pembinaan dan pengelolaan program kini sepenuhnya berada pada tangan pemerintah daerah kabupaten Grobogan yang dalam hal ini direpresentasikan oleh Dinas pendidikan kabupaten Grobogan. Dengan demikian semoga praktik-praktik terbaik dari program DBE (Decentralized Besic Education) 2 USAID dapat terus dipertahankan dan syukur bisa dikembangkan oleh Pemerintah Kab. Grobogan secara lebih konsisten.

Adanya UU otonomi daerah dan UU perimbangan keuangan pusat semakin membantu dan memberi kesempatan kepada pemerintah daerah untuk seluas-luasnya mengelola pendidikan sebaik mungkin. Secara eksplisit kewenangan dan alokasi dana pendidikan ini disebutkan dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 29: “Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negera (APBN) pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Continue reading

Membuat puzzel dari bahan sederhana


Puzzel adalah alat peraga sederhana yang mudah dibuat tetapi sangat mengasyikkan digunakan sebagai media belajar siswa.

Apakah manfaat dari puzzle?

  • Mengembangkan kapasitas anak dalam mengamati dan melakukan percobaan
  • Membedakan bagian-bagian dari sebuah benda dan meminta anak-anak untuk menyatukannya kembali
  • Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah
  • Mengembangkan koordinasi motorik halus

Bagaimana membuat puzzle?

Carilah gambar dari kalender atau majalah bekas. Lekatkan gambar tersebut pada selembar karton dan guntinglah karton dalam bentuk persegi atau bentuk-bentuk yang berbeda.

Bahan-bahan apa yang diperlukan untuk membuat puzzle?

Karton, lem, kalender atau majalah bekas (gambar), gunting

Di bawah ini adalah beberapa contoh puzzle yang dapat Anda buat:

Bagaimana melatihkan komputer pada jam pelajaran biasa di kelas?


SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN

hampir di semua sekolah yang mempunyai komputer saat ini mengajarkan keterampilan operasional komputer dengan teknik sebagaimana kursus komputer. Siswa dikumpulkan dalam satu tempat untuk kemudian diajari teori dan praktik mengoperasionalkan komputer. Hal ini tentu adalah pekerjaan yang sia-sia dan tidak efektif. Mengapa demikian? Begitulah salah satu pembahasan dalam seminar nasional pendidikan di Boyolali baru-baru ini (24 Januari 2010).

Jelas tujuan anak sekolah di suatu institusi belajar adalah tidak untuk menjadi ahli komputer. Toh kalau ada itu mungkin hanya sebagian kecil saja dari institusi belajar yang bertujuan untuk itu. Kebanyakan institusi belajar adalah bertujuan untuk membentuk peserta didik yang mampu memecahkan masalah hidupnya dalam kehidupan di masyarakat pada umumnya. Tentu komputer hanyalah salah satu sarana untuk memecahkan semua permasalan hidup yang akan dihadapi ke depan. Dengan demikian yang lebih penting adalah bagaimana siswa bisa belajar tentang berbagai kecakapan hidup dengan menggunakan komputer,bukan sebaliknya bagaimana belajar komputer agar anak bisa memecahkan masalah hidupnya.

Bagaimana cara yang efektif agar pembelajaran komputer bisa lebih efektif dan lebih tepat guna. Berikut ini salah satu alternatif teknik belajar komputer sekaligus yang lebih penting adalah belajar tentang suatu materi pelajaran atau pengalaman itu sendiri.

Deskripsi:

Kerja Model Navigator dapat dilaksanakan dengan baik apabila kita menggabungkan individu-individu yang memiliki tingkat ketrampilan yang berbeda-beda untuk menggunakan 1 komputer.

Navigator model Instructional

Salah satu cara memahami aktivitas ini adalah dengan mengandaikannya dengan perjalanan dengan 1 mobil. Anda tahun tujuan anda dan beberapa orang di dalam mobil akan membantu anda mencapai tujuan. Misalnya, ada satu pengemudi yang menjalankan mobilnya, lalu ada seorang navigator yang memberikan arah atau seorang penumpang yang memberikan informasi lain.

Dalam Model Navigator, cara komputer bekerja dengan cara yang sama seperti sebuah mobil. Bayangkan ada sebuah tim dari 4 siswa yang harus menyusun presentasi Power Point mengenai pulau-pulau terbesar di Indonesia. (Kelompok ini telah melakukan brainstorming (pendaftaran ide) dan ide-ide utama yang ditemukan itu telah ditulis di atas kertas.)

  • Navigator adalah individu yang paling menguasai komputer. Tanpa menyentuh mouse atau keyboard, ia akan melatih pengemudi untuk menggunakan komputer.  Ia hanya dapat berbicara dan menunjuk saja. Continue reading

Game Edukatif


game edukatif

game edukatif

Dari berbagai seminar yang saya lakukan diberbagai daerah ternyata banyak sekali dari peserta seminar menghendaki software tentang game-game edukatif yang bisa digunakan dalam pembelajaran aktif.

Saya menyediakan CD-CD game edukatif yang berisi antara lain tentang:

  1. Game konstruksi/ menyusun mesin
  2. Mc Jeopardy
  3. On Top Of The word
  4. Geografi Eropa
  5. Permainan Dagang
  6. Peta Dunia
  7. Peta setiap benua
  8. Kartu huruf
  9. Bangunan kata 3 dimensi
  10. Big jig
  11. Game matematika
  12. Mencari perbedaan
  13. menyusun kata
  14. Tebak angka
  15. puzzel
  16. dsb

Semua games sudah saya ramu dalam sebuah CD yang berisi 50 edu games yang sangat membantu guru dalam proses pembelajaran yang akan mengaktifkan siswa. Sebagai ganti untuk penggandaan CD tersebut, kepada para pembaca saya persilahkan untuk mengganti dengan harga Rp 30.000,- (Harga sudah termasuk ongkos kirim).

Alat Peraga Sederhana Pencernaan Sapi


Oleh: Parmin, M.Pd.

MAT IPA DBE 2 JATENG, USAID

FMIPA UNNES. Email: anugerahbio@yahoo.co.id

 

Pembelajaran IPA yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan menuntut para guru menggunakan alat bantu pembelajaran yang bisa mengaktifkan siswa dalam proses belajar. Penggunaan alat peraga IPA adalah salah satu bentuk tindakan yang mencerminkan aspek kreativitas dari pembelajaran yang dilaksanakan. Penggunaannya secara proporsional akan meningkatkan efektivitas pembelajaran. Menggunakan alat peraga akan bedampak positif terhadap penanaman konsep, prinsip, dan hukum IPA bisa lebih efektif. Dengan demikian, pembelajaran IPA (dengan percobaan) yang mungkin pada awalnya dirasakan sulit oleh siswa, akan menjadi lebih mudah jika diperlengkapi dengan penggunaan alat peraga yang tepat (Depdiknas, 1997).

            Dalam pembelajaran atau percobaan, alat peraga yang baik tidak mesti yang dibeli dari toko. Apalagi, alat yang diproduksi oleh industri kemudian diperdagangkan belum tentu sesuai dengan kebutuhan para guru dan siswa sebagai pengguna. Terlebih lagi jika memperhatikan aspek kontekstualitas dari alat peraga tersebut. Alat peraga dapat juga diupayakan untuk diadakan oleh guru. Bahkan manfaat pedagogisnya akan lebih banyak apabila alat peraga tersebut dikembangkan bersama dengan siswa yang juga kelak sebagai penggunanya pada saat pembelajaran berlangsung. Pengembangan alat peraga bersama dengan siswa ataukah yang dijadikan tugas proyek bagi (kelompok) siswa bisa memberi peluang kepada mereka untuk mengaktualisasikan kreativitas. Banyak hal yang tidak terduga bisa muncul sebagai temuan siswa baik pada saat mengembangkan alat peraga tersebut, maupun pada saat menggunakannya.

        Menurut Setiawan (2007) menyatakan bahwa pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan bisa digalakkan sehingga dengan sendirinya siswa terlatih dalam mengkoservasi lingkungan. Barang-barang limbah rumah tangga juga bisa dimanfaatkan. Dengan demikian, alat peraga IPA yang digunakan memang tidak perlu mahal.

            Dari pengalaman penulis menjadi fasilitator IPA SD/MI di DBE 2, berikut alat peraga murah untuk mengkonkritkan penjelasan materi sistem pencernaan makanan ruminansia. Continue reading

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: