STRATEGI PEMBELAJARAN IPA


Strategi berarti rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Di dalam proses pembelajaran guru harus memiliki strategi agar siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan baik. Salah satu unsur dalam strategi pembelajaran adalah menguasai teknik-teknik penyajian atau metode mengajar.

Ciri-ciri penggunaan metode pembelajaran itu baik, bila semua kegiatan pembelajaran dapat:

1)      Mengundang rasa ingin tahu murid;

2)      Menantang murid untuk belajar;

3)      Mengaktifkan mental, fisik dan psikis murid;

4)      Memudahkan guru;

5)      Mengembangkan kreativitas murid; dan

6)      Mengembangkan pemahaman murid terhadap materi yang dipelajari

Beberapa teknik penyajian dalam pembelajaran IPA, yaitu:

1)      Inquiry atau menemukan;

2)      Konstruktivisme;

3)      SETS atau Sains, Lingkungan, Teknologi dan Masyarakat;

4)      Pemecahan Masalah;

5)      Diskusi;

6)      Tanya-jawab;

7)      Penugasan;

8)      Karya wisata;

9)      Demonstrasi;

Inquiry

Inquiry adalah suatu cara yang digunakan guru untuk mengajar di depan kelas yang dapat dilakukan dengan cara anak didik diberi kesempatan untuk meneliti suatu masalah sehingga ia dapat menemukan cara penyelesaiannya.

Tujuan teknis Inquiry

  1. Membentuk dan mengembangkan rasa percaya diri
  2. Mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri
  3. Mengembangkan bakat dan kecakapan individu.
  4. Memberi siswa kesempatan untuk belajar sendiri.
  5. Mendorong murid memperluas informasi

Dengan teknis Inquiry ini anak didik dilatih untuk:

  1. Menyusun rencana kegiatan;
  2. Menentukan sasaran kegiatan;
  3. Menentukan target kegiatan;
  4. Berkomunikasi dengan orang lain; dan
  5. Mencari sumber informasi.

SETS atau Sains, Lingkungan, Teknologi dan Masyarakat;

Dalam pembelajaran sains berpendekatan SETS yang perlu ditampilkan adalah sebagai berikut:

  1. Tetap memberi pengajaran IPA,
  2. Siswa dibawa ke situasi untuk melihat teknologi yang berkaitan dengan sains atau memanfaatkan konsep IPA kebentuk teknologi untuk kepentingan masyarakat,
  3. Siswa diminta untuk menjelaskan keterhubungkaitan antara unsur IPA yang dipelajari dengan unsur-unsur lain dalam SETS yang mempengaruhi berbagai keterkaitan antar unsur tersebut.

Pembelajaran dengan pendekatan SETS sebagai berikut

  1. Pembelajaran dengan mengembangkan keterampilan proses dan cara berpikir tingkat tinggi (hinger order thinking) agar unsur teknologi dari sains tampak,
  2. Mengaitkan dampak lingkungan dengan melakukan model pembelajaran melalui kunjungan ke obyek atau ke situasi buatan dengan sasaran yang memanfaatkan IPA dan teknologi yang diterangkan guru,
  3. Model pembelajaran dengan mempergunakan terminologiy cognitive agar siswa dapat menganalisis pengaruh IPA dan teknologi bagi masyarakat.

Pembelajaran IPA yang diintegrasikan dengan konteks SETS memerlukan kesediaan guru atau pendidik untuk memiliki cara pandang terbuka disamping selalu mengikuti perkembangan-perkembangan yang terjadi di dalam masyarakat berkenaan dengan subjek IPA. Untuk itu diperlukan kepekaan yang tinggi dari guru IPA terhadap situasi di masyarakat yang bernuasa IPA.

Pemecahan masalah

Pemecahan masalah merupakan pengembangan kemampuan berpikir analitis-kritis melalui latihan memecahkan masalah dan didasarkan pada dunia nyata anak.

Ciri-ciri teknik pemecahan masalah:

  1. Pengajuan pertanyaan atau masalah
  2. Berfokus pada keterkaitan antardisipiln
  3. Penyelidikan otentik
  4. Menghasilkan produk/karya dan memamerkannya

Diskusi

Teknik mengajar diskusi merupakan cara mengajar dalam pembahasan dan penyajian materinya melalui suatu problema atau pertanyaan yang harus diselesaikan berdasarkan pendapat atau keputusan secara bersama.

Tujuan penggunaan teknik diskusi agar siswa dapat:

  1. Mengembangkan pengetahuannya untuk mengatasi masalah;
  2. Menyampaikan pendapatnya dengan bahasa yang baik dan benar;
  3. Menghargai pendapat orang lain, dan
  4. Berpikir kreatif dan kritis.

Dalam teknik diskusi siswa dilatih untuk:

  1. Merumuskan masalah;
  2. Menetapkan tema pembicaraan;
  3. Menyampaikan pendapat dengan bertanggung jawab;
  4. Menghargai pendapat orang lain;
  5. Menarik kesimpulan; dan
  6. Menyusun laporan diskusi

Teknik tanya-jawab

Ialah suatu teknik untuk memberi motivasi para murid agar timbul keberaniannya untuk bertanya atau menjawab pertanyaan guru selama proses pembelajaran berlangsung.

Tujuan

  1. Siswa dapat mengerti dan mengingat kembali materi yang dipelajari, didengar atau dibaca.
  2. Siswa dapat berpikir secara kronologis atau runtut.
  3. Siswa dapat mengetahui taraf pengetahuan dan pemahamannya.
  4. Siswa dapat memahami bacaan.

Dalam tanya jawab siswa berlatih:

  1. Merumuskan pertanyaan;
  2. Menyebutkan fakta;
  3. Menyampaikan opini atau tanggapan;
  4. Mengungkapkan kembali uraian secara runtut;
  5. Menggunakan kata tanya; dan
  6. Bersikap kritis.

Penugasan

Teknik penugasan merupakan tugas atau pekerjaan yang sengaja diberikan kepada anak yang harus dilaksanakan dengan baik. Tugas itu diberikan kepada anak untuk memberi kesempatan kepada mereka untuk menyelesaikan tugas yang didasarkan pada petunjuk langsung dari guru yang sudah dipersiapkan sehingga anak dapat menjalani secara nyata dan melaksanakan dari awal sampai tuntas. Tugas yang diberikan kepada anak dapat diberikan secara perseorangan atau kelompok.

Karyawisata

Bagi anak karyawisata berarti memperoleh kesempatan untuk mengobservasi, memperoleh informasi, atau mengkaji segala sesuatu secara langsung. Karyawisata juga berarti membawa anak ke objek-objek tertentu sebagai pengayaan pengajaran, pemberian pengalaman belajar yang tidak mungkin diperoleh anak di dalam kelas, dan juga memberi kesempatan anak untuk mengobservasi dan mengalami sendiri dari dekat.

Demonstrasi

Teknik demonstrasi merupakan teknik mengajar yang menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukkan secara langsung objeknya atau caranya melakukan sesuatu untuk mempertunjukkan proses tertentu. Demonstrasi dapat digunakan pada semua mata pelajaran. Dalam pelaksanaan demonstrasi guru harus sudah yakin bahwa seluruh siswa dapat memperhatikan (mengamati) terhadap objek yang akan didemonstrasikan. Selama proses demonstrasi guru sudah mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan dalam demonstrasi tersebut.

Pendekatan adalah seperangkat asumsi korelatif yang menangani hakikat bahasa, pengajaran bahasa, dan pembelajaran bahasa.

Metode merupakan rencana keseluruhan penyajian bahan bahas secara rapi, tertib, yang tidak ada bagian-bagiannya yang berkontradiksi, dan kesemuanya itu didasarkan pada pendekatan terpilih.

Teknik merupakan suatu muslihat, tipudaya dalam menyajikan bahan.

DAFTAR PUSTAKA

Binadja, A. 2000. Pembelajaran Biologi dan Evaluasinya dalam Konteks SALINGTEMAS. Makalah Seminar Lokakarya, diselenggarakan oleh PGBS Depdiknas Jateng, RESCAM dan MGMP Biologi Eks Karesidenan Surakarta, 31 Maret 2001.

Enggan, Paul D. and Donald P. Kauchak. 1984. Strategy for Teaching. New Jersey: Prantice Hall

Saptono, S. 1987. Strategi Belajar Mengajar IPA. UNNES Press. Semarang.

Wardani, dkk. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Universitas Terbuka.

About these ads

2 Tanggapan

  1. makacih ya to artikelnya, ertikel ni bisa lebih terarah

  2. artikelnya sangat membantu….. thaks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: