PREDIKSI SOAL UJIAN SEKOLAH SD/ MI TAHUN 2011-2012

Semakin dekat dengan Ujian Sekolah tentu semua siswa perlu mempunyai gambaran soal-soal yang akan keluar pada saat ujian sekolah tiba. Ujian sekolah untuk SD/ MI akan dilaksanakan pada April 2012.

Berikut ini saya lampirkan prediksi soal-soal Ujian sekolah tahun  2011-2012 yang telah dibuat oleh BSNP, yang dapat anda download disini:

  1. Prediksi Soal Ujian sekolah Bahasa Indonesia
  2. Prediksi Soal ujian Sekolah Matematika
  3. Prediksi soal ujian sekolah IPA
  4. Prediksi soal ujian sekolah IPS
  5. Prediksi soal Ujian sekolah Bahasa Inggris
  6. Prediksi soal Ujian sekolah Pkn

Semoga bermanfaat ? JANGAN LUPA KASIH COMMENT DI SINI YA! for continous development !

 

Kisi-kisi UN SD 2011-2012

Untuk mempersiapkan Ujian Nasional bagi siswa SD/MI tahun pelajaran 2011-2012 sudah tersedia kisi-kisinya yang tertuang dalam Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Nomor 013/PBNSP/XII/ 2011 tentang Kisi-kisi Ujian Nasional untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Pelajaran 2011/ 2012.

Untuk Mendapatkan kisi-kisi tersebut silahkan KLIK DI SINI

Semoga dapat membantu!!!!

Faktor yang mempengaruhi hasil Belajar

Teman-teman yang sedang melaksanakan penelitian Tindakan Kelas (PTK) sering kali bertanya tentang Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. Hal ini memang sangat penting karena setiap permasalahan PTK selalu bermula dari masalah belajar itu sendiri. Yang jika ditelusur lebih tajam, maka masalah dalam PTK tidak lain adalah bermula dari faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. Dari sini lah kemudian berkembang menjadi berbagai macam varian judul penelitian yang lebih spesifik.

Menurut Slameto (2003:54) Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu:

  1. Faktor yang ada pada diri siswa itu sendiri yang di sebut faktor individu (Intern), yang meliputi : (1). Faktor biologis, meliputi: kesehatan, gizi, pendengaran dan penglihatan. Jika salah satu dari faktor biologis terganggu akan mempengaruhi hasil prestasi belajar. (2). Faktor Psikologis, meliputi: intelegensi, minat dan motivasi serta perhatian ingatan berfikir. (3). Faktor kelelahan, meliputi: kelelahan jasmani dan rohani. Kelelahan jasmani nampak dengan adanya lemah tubuh, lapar dan haus serta mengantuk. Sedangkan kelelahan rohani dapat dilihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan sehingga minat dan dorongan untuk mengahsilkan sesuatu akan hilang.
  2. Faktor yang ada pada luar individu yang di sebut dengan faktor Ekstern, yang meliputi: (1). Faktor keluarga. Keluarga adalah lembaga pendidikan yang pertama dan terutama. Merupakan lembaga pendidikan dalam ukuran kecil tetapi bersifat menentukan untuk pendidikan dalam ukuran besar. (2). Faktor Sekolah, meliputi : metode mengajar, kurikulum, hubungan guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan berdisiplin di sekolah. (3). Faktor Masyarakat, meliputi : bentuk kehidupan masyarakat sekitar dapat mempengaruhi prsetasi belajar siswa. Jika lingkungan siswa adalah lingkungan terpelajar maka siswa akan terpengaruh dan mendorong untuk lebih giat belajar.

Berdasarkan faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar di atas dapat dikaji bahwa belajar itu merupakan proses yang cukup kompleks. Aktivitas belajar individu memang tidak selamanya menguntungkan. Kadang-kadang juga lancar, kadang mudah menangkap apa yang dipelajari, kadang sulit mencerna mata pelajaran. Dalam keadaan dimana anak didik/siswa dapat belajar sebagaimana mestinya, itulah yang disebut belajar.

PP No 53 Tahun 2010 tidak akan mampu membuat PNS produktif

Dengan diterbitkannya PP No 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai tentu merupakan upaya baru dari pemerintah untuk membenahi kinerja Pegawai Negeri Sipil yang selama ini dikenal sangatlah tidak efektif. Upaya ini tampak sangat progresif dengan sederet sanksi-sanksi bagi pegawai yang melanggar ketentuan yang telah diatur. Sebagaimana diatur dalam Bab III tentang Hukuman Disiplin yang secara lengkap dituliskan sebagai berikut:

Pasal 5

PNS yang tidak menaati ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan/atau Pasal 4 dijatuhi hukuman disiplin.

 Pasal 6

Dengan tidak mengesampingkan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan pidana, PNS yang melakukan pelangggaran disiplin dijatuhi hukuman disiplin.

 Pasal 7

(1) Tingkat hukuman disiplin terdiri dari:

a. hukuman disiplin ringan;

b. hukuman disiplin sedang; dan

c. hukuman disiplin berat.

(2)  Jenis hukuman disiplin ringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari:

a. teguran lisan;

b. teguran tertulis; dan

c. pernyataan tidak puas secara tertulis.

(3)  Jenis hukuman disiplin sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari:

a. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun;

b. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun; dan

c. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun.

(4) Jenis hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari:

a. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun;

b. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah;

c. pembebasan dari jabatan;

d. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS; dan

e. pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS.

Dilihat dari pendekatannya PP ini dapat dikatakan sebagai pendekatan feodal. Hal tersebut terlihat dari seluruh isi PP ini hanya mengatur tentang Hukuman bagi PNS yang melanggar peraturan pemerintah atau tidak disiplin. Sedangkan PNS yang melaksanakan disiplin dengan baik, atau malah berprestasi dalam menjalankan tugas tidaklah ada apresiasi berdasarkan PP ini. Mungkin   asumsinya adalah sebuah kedisiplinan atau prestasi kerja yang dilakukan oleh PNS adalah suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh PNS. Read more »

Salah Kaprah Kegiatan Tengah semester

Dalam kalender pendidikan tahun pelajaran 2011/2012 tanggal 26 – 29 September 2011 ditetapkan sebagai kegiatan tengah semester. Di banyak daerah Dinas Pendidikan menuliskan di Kalender pendidikannya sebagai ULANGAN TENGAH SEMESTER GASAL.

Saya tidak tahu kenapa Kegiatan Tengah Semester (KTS) yang semula berisikan perintah untuk melaksanakan kegiatan pengembangan bakat minat yang lebih bersifat fun dan menggembirakan ini berubah menjadi semacam ‘UJIAN’ yang oleh siswa disikapi sebagai kegiatan yang ‘mencekam’. Apakah ada perubahan paradigma dari pelaku pendidikan di daerah ataukah ada ‘kepentingan’ tertentu sehingga format kegiatan tengah semester menjadi kegiatan seperti itu.

Secara umum, ulangan bertujuan mengukur kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran dan untuk memberi umpan balik bagi guru. Sedangkan KTS, arah dan tujuannya sebagaimana yang ditentukan oleh Mendiknas.

Dalam Keputusan Mendiknas RI Nomor 125/U/2002 tentang Kalender Pendidikan dan Jumlah Jam Belajar fektif di Sekolah, tentang KTS diatur sebagai berikut,

1. Jenis Kegiatan

Pada tengah semester 1 dan tengah semester 2 sekolah melakukan kegiatan :

  1. pekan olah raga dan seni (porseni),
  2. karyawisata,
  3. lomba kreativitas, atau
  4. praktik pembelajaran

Waktu Pelaksanaan

  • Sesuai ketentuan Kep Mendiknas No. 125/U/2002, KTS diselenggarakan pada penggalan paruh waktu semester.
  • Lama kegiatan adalah 4 hari.

3. Pelaksana

Kegiatan tengah semester direncanakan dan dilaksanakan oleh sekolah. Ketentuan ini dapat dipahami sebagai bentuk otonomi sekolah (manajemen berbasis sekolah). Dalam UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 51 ayat (1) disebutkan, “Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah.” Maka, sekolah yang kondusif akan melaksanakan KTS dengan program yang sesuai dengan visi dan misi sekolah. Melalui kerja sama dengan Komite Sekolah/Madrasah sebagai stake holder maka KTS diharapkan pelaksanaannya membawa dampak posif bagi (manajemen) sekolah dan prestasi anak didik.

4. Tujuan

Kegiatan tengah semester bertujuan untuk mengembangkan potensi anak didik dalam rangka pengembangan pendidikan seutuhnya. Oleh karena itu, kegiatan yang diselenggarakan diarahkan untuk mengembangkan :

  1. bakat,
  2. keterampilan,
  3. prestasi, dan
  4. kreativitas siswa.

Melalui kegiatan sesuai arah pengembangan di atas maka akan mengembangkan dan menumbuhkan potensi global pendidikan dan pembelajaran, antara lain motivasi, kebersamaan, tanggung jawab, kedisiplinan, kepemimpinan, dan kompetisi sehat.

Nah, dari deskripsi di atas teman-teman guru kami persilahkan untuk memberikan makna dalam Kegiatan Tengah Semester kali ini. Trima kasih

KOMUNITAS PEMBELAJARAN (LEARNING COMMUNITY)

Teman pendidik yang berbahagia, berikut saya tuliskan kembali materi pelatihan dari DBE 2 USAID di mana saya juga ikut terlibat dalam proses pelatihan ini. Semoga bermanfaat.

A. Pengertian dan Hakikat Komunitas Pembelajaran

 Senge (1990) mendefinisikan komunitas pembelajaran sebagai;

Sebuah organisasi dimana anggotanya mengembangkan kapasitasnya secara terus menerus untuk mencapai hasil yang diinginkan, mendorong pola berpikir yang baru dan luas, dan terus belajar bagaimana belajar bersama-sama.

Perubahan yang cepat dan mendasar di dalam masyarakat yang berkaitan dengan informasi, teknologi dan pertumbuhan ekonomi mengharuskan kita untuk meninjau kembali pandangan dan bayangan kita mengenai organisasi, termasuk sekolah. Bagi Indonesia, kehadiran otonomi daerah, kurikulum baru (KBK dan sekarang KTSP) serta Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) menambah urgensi perubahan. Perubahan tersebut dapat dimulai dari pengembangan komunitas pembelajaran. Model dan manajemen sekolah semestinya berubah bila Indonesia ingin mengatasi berbagai tantangan yang muncul dan meningkatkan hasil belajar dan kehidupan siswa.

Model manajemen sekolah merupakan keyakinan tentang bagaimana sebuah sekolah bekerja. Seringkali, bagi kebanyakan orang dewasa, mereka mendasarkan ingatan mereka akan saat-saat mereka dahulu bersekolah. Model seperti ini membatasi pengertian kita tentang bagaimana seharusnya sekolah bekerja dalam situasi yang berbeda. Model sekolah yang dikelola oleh stakeholder berbeda secara signifikan karena mereka sangat menentukan kelangsungan manajemen sekolah. Para stakeholder perlu secara kontinyu memikirkan berbagai model, dan mengembangkan gagasan-gagasan mengenai sekolah yang seharusnya.

Inti dari model baru dimana sekolah berfungsi sebagai sebuah komunitas pembelajaran adalah konsep bahwa belajar sepanjang hayat merupakan aktivitas dasar setiap individu dan warga sekolah secara keseluruhan. Sebuah sekolah seyogyanya dapat menjawab secara kreatif dan adaptif perubahan yang terjadi di dunia pendidikan dan di dalam masyarakat. Setiap anggota masyarakat belajar hendaknya dihargai dan memiliki tujuan yang sama untuk mencapai pendidikan yang bermutu. Semua stakeholder perlu bertekad dan terlibat aktif di dalam penemuan dan pemecahan masalah di kelas, pelaksanaan pengajaran dan manajemen sekolah.

Model sekolah sebagai sebuah komunitas pembelajaran akan bermuara pada: Read more »

Contoh RPP Tematik dengan Pendidikan Karakter

Awal tahun pelajaran 2011-2012 Mendiknas M Nuh memberikan sambutan yang harus diteruskan oleh seluruh jajaran Pendidikan di Institusi masing-masing mulai dari Sekolah dasar sampai dengan Perguruan Tinggi. Bahkan selain sambutan mendiknas yang harus dibacakan oleh kepala satuan Pendidikan, juga diharuskan untuk mengucapkan Janji/ Prasetya dari masing-masing komponen pendidikan seperti guru, karyawan dan siswa untuk secara konsisten menerapkan pembelajaran karakter di sekolah atau perguruan tinggi masing-masing.

Pendidikan Karakter perlu dikembangkan di sekolah. Sebagai upaya untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan karakter, Kementerian Pendidikan Nasional mengembangkan grand design pendidikan karakter untuk setiap jalur,  jenjang, dan jenis satuan pendidikan. Grand design menjadi rujukan konseptual dan operasional pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian pada setiap jalur dan jenjang pendidikan. Adapun acuan konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dikelompokan sebagaimana uraian berikut.

1. Olah Hati (Spiritual and emotional development). Olah hati bermuara pada pengelolaan spiritual dan emosional.

2. Olah Pikir (intellectual development). Olah pikir bermuara pada pengelolaan intelektual.

3. Olah Raga dan Kinestetik (Physical and kinestetic development). Olah raga bermuara pada pengelolaan fisik.

4. Olah Rasa dan Karsa (Affective and Creativity development). Olah rasa bermuara pada pengelolaan kreativitas

Pengembangan pendidikan karakter bisa menggunakan kurikulum berkarakter atau “Kurikulum Holistik Berbasis Karakter” (Character-based Integrated Curriculum). Kurikulum ini merupakan kurikulum terpadu yang menyentuh semua aspek kebutuhan anak. Sebuah kurikulum yang terkait, tidak terkotak-kotak dan dapat merefleksikan dimensi, keterampilan, dengan menampilkan tema-tema yang menarik dan kontekstual.

Bidang-bidang pengembangan yang ada di TK dan mata pelajaran yang ada di SD yang dikembangkan dalam konsep pendidikan kecakapan hidup yang terkait dengan pendidikan personal dan sosial, pengembangan berpikir/kognitif, pengembangan karakter dan pengembangan persepsi motorik juga dapat tersusun dengan baik apabila materi ajarnya dirancang melalui pembelajaran yang terpadu dan menyeluruh (Holistik). Pembelajaran holistik terjadi apabila kurikulum dapat menampilkan tema yang mendorong terjadinya eksplorasi atau kejadian-kejadian secara autentik dan alamiah. Dengan munculnya tema atau kejadian yang alami ini akan terjadi suatu proses pembelajaran yang bermakna dan materi yang dirancang akan saling terkait dengan berbagai bidang pengembangan yang ada dalam kurikulum.

Pembelajaran holistik berlandaskan pada pendekatan inquiry, dimana anak dilibatkan dalam merencanakan, bereksplorasi dan berbagi gagasan. Anak-anak didorong untuk berkolaborasi bersama teman-temannya dan belajar dengan “cara” mereka sendiri. Anak-anak diberdayakan sebagai si pembelajar dan mampu mengejar kebutuhan belajar mereka melalui tema-tema yang dirancang. Sebuah pembelajaran yang holistik hanya dapat dilakukan dengan baik apabila pembelajaran yang akan dilakukan alami, natural, nyata, dekat dengan diri anak, dan guru-guru yang melaksanakannya memiliki pemahaman konsep pembelajaran terpadu dengan baik. Selain itu juga dibutuhkan kreativitas dan bahan-bahan atau sumber yang kaya serta pengalaman guru dalam berlatih membuat model-model yang tematis juga sangat menentukan kebermaknaan pembelajaran.

Agar dapat diimplementasikan dengan baik dalam proses pembelajaran sehari-hari maka perlu dimasukkan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh masing-masing pendidik. Berikut adalah CONTOH RPP TEMATIK YANG MEMASUKKAN PENDIDIKAN KARAKTER. SILAHKAN  DOWNLOAD !!

Semoga bermanfaat.

TOT Pusat Sumber Belajar Gugus untuk Perguruan Tinggi

Universitas sebelas Maret Surakarta, 12-13 Juli 2011
Tanggal 12-13 Juli yang lalu saya menfasilitasi teman-teman Dosen dari 7 Perguruan Tinggi.  Saya tidak menyangka ternyata Perguruan Tinggi mempunyai attensi yang sangat tinggi terhadap keberadaan Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) yang berada di setiap gugus sekolah di setiap kecamatan. PSBG adalah semacam kelompencapir (kelompok Pendengar pembaca dan pemirsa) namun khusus untuk komunitas para guru. PSBG ini dibentuk oleh sekitar 8-10 sekolah-sekolah terdekat untuk berkumpul dan merencanakan kegiatan bersama demi pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan.

PSBG sebagai Pusat Sumber Belajar mempunyai berbagai sumber belajar yang dibedakan menjadi 3 jenis:

  1. Sumber Belajar Cetak – non cetak. Sumber belajar ini berupa buku-buku, modul, Alat Peraga, CD-CD Pembelajaran dan sebagainya.
  2. Sumber Belajar Sumber daya Manusia. Di PSBG juga memiliki sumber belajar yang berupa Sumber Daya manusia yang terdiri dari para MTT (Master Teacher Trainers), PBS (Pemandu Bidang Studi) dan teman-teman guru lain yang memiliki informasi tertentu yang dapat dibagi kepada seluruh warga gugus.
  3. Sumber Belajar akses of line dan on line. Sumber belajar ini akan menjawab keterbatasan sumber belajar yang ada di PSBG. Jaringan internet menjawab keterbatasan sumber belajar yang ada di PSBG. Dengan jaringan internet berbagai informasi dapat diperoleh secara leluasa untuk memenuhi kebutuhan akan informasi para warga gugus.  adapun akses of line bisa diperoleh PSBG dari hubungan personel dengan para Dosen, Widyaiswara, atau elemen lain seperti praktisi LSM pendidikan.

Para dosen mendapat wawasan baru bahwa PSBG selain sebagai Pusat Sumber Belajar juga merupakan “WARUNG” tempat  “MENJUAL” berbagai ilmu dan  informasi pendidikan dari Perguruan Tinggi kepada konsumen langsung yaitu para guru. Konsep WARUNG sebagai tempat JUALAN ini akan sangat membantu Perguruan Tinggi dalam MEMASARKAN berbagai kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan secara sistematis, terencana dan terarah.

Kisi-kisi Ujian tertulis PLPG 2011

Teman-teman guru yang sekarang sedang mengikuti PLPG tentu sangat membutuhkan kisi-kisi ujian tertulis PLPG. Karena dengan bisa mengerjakan Ujian tertulis tersebut, teman-teman tentu berharap bisa lulus PLPG sehingga bisa tercatat sebagai guru yang profesional. Dan yang lebih penting lagi adalah bisa menerima Tunjangan Sertifikasi yang konon jumlahnya sama dengan gaji. Wah siapa yang tidak ingin, kalau begitu gaji teman-teman guru bisa menjadi 2 kali lipat. Okelah kalau begitu tidak perlu basa-basi lagi berikut saya ikut menyebarkan informasi dari saudara tunas63 tentang kisi-kisi Ujian Tertulis PLPG. SILAHKAN DOWNLOAD DI SINI

Contoh RPP Tematik kelas 1 SD

Menyambung tulisan saya terdahulu tentang ‘PENGERTIAN PEMBELAJARAN TEMATIK’ akan lengkap jika pada tulisan saya berikut ini akan menyajikan contoh-contoh RPP tematik untuk siswa kelas 1 sekolah dasar. Dengan demikian para pembaca tidak hanya mendapatkan gambaran tentang konsep tematik secara teoritis, namun juga mendapatkan gambaran riil tentang bagaimana membuat persiapan pembelajaran untuk mengimplementasikan pembelajaran tematik di kelas.

Berikut saya lampirkan contoh-contoh RPP tematik untuk kelas 1 Sekolah Dasar, untuk tema-tema sebagai berikut:

  1. Diri sendiri
  2. keluarga
  3. kegemaran
  4. lingkungan
  5. budipekerti
  6. Pengalaman
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.